Banjir Satu Meter Lebih Rendam Permukiman Kebon Pala di Jakarta Timur
Permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 100 hingga 110 sentimeter atau lebih dari satu meter pada Jumat pagi, 17 April 2026. Kejadian ini terjadi pukul 06.00 WIB dan terus meningkat sejak dini hari, mengakibatkan rumah-rumah di wilayah rendah terendam.
Penyebab Banjir dan Kondisi Terkini
Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang turun sejak Kamis malam, 16 April 2026. Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengonfirmasi bahwa air mulai naik sekitar pukul 02.00 pagi, diduga akibat hujan yang intens. "Hujan hampir setiap hari, biasanya sore hingga malam, membuat genangan sulit surut," ujarnya. Pola hujan berulang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan air kembali meningkat saat intensitas hujan tinggi.
Meskipun ketinggian air telah mencapai satu meter lebih, warga masih bertahan di rumah mereka dan belum ada yang mengungsi. Sanusi menyatakan situasi aman dan terkendali, dengan warga berlindung di lantai dua. "Belum ada yang mengungsi, masih bertahan di lantai dua, masih aman," katanya, dikutip dari Antara. Aktivitas warga terganggu, dan mereka menunggu air surut sambil memantau perkembangan kondisi.
Dampak dan Respons
Banjir di Kebon Pala merupakan kejadian langganan yang kerap berulang, terutama saat musim hujan. Warga setempat telah terbiasa dengan situasi ini, namun tetap waspada terhadap potensi kenaikan air lebih lanjut. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan parah, tetapi genangan air telah menghambat mobilitas dan kegiatan sehari-hari.
Sanusi menekankan bahwa meskipun banjir terjadi, kondisi masih dalam pengawasan dan warga berusaha mengatasi dampaknya dengan tetap tinggal di rumah. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, sambil menunggu bantuan atau upaya penanganan dari pihak berwenang jika diperlukan.



