Banjir Parah Rendam Perumahan di Periuk Tangerang, Ribuan Warga Dievakuasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melaporkan kondisi banjir yang melanda Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Banjir paling parah terjadi di Perumahan Periuk Damai dengan ketinggian air mencapai 5,5 meter, menyebabkan kerusakan signifikan dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Data dan Titik Banjir di Wilayah Periuk
Menurut data BPBD Kota Tangerang pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, terdapat 22 titik banjir dan genangan yang tersebar di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Periuk, Gembor, dan Gebang Raya. Selain Perumahan Periuk Damai, beberapa area lain juga terdampak berat.
- Villa Mutiara Pluit (RW 011) mengalami banjir dengan ketinggian 3 meter.
- Perumahan Total Persada Raya (RW 008) juga terendam air setinggi 3 meter.
Mahdiar, perwakilan BPBD Kota Tangerang, menjelaskan bahwa sebagian wilayah lainnya seperti Perumahan Purati dan Villa Tangerang Indah masih dalam status genangan dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 55 cm. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi menyebar luas di kawasan tersebut.
Dampak pada Penduduk dan Evakuasi
Banjir ini berdampak pada lebih dari 13 ribu jiwa, termasuk kelompok rentan seperti lansia, balita, anak-anak, dan dewasa. Secara rinci, total warga yang terdampak mencapai 13.718 jiwa dari 4.481 Kepala Keluarga (KK).
- 625 jiwa merupakan lanjut usia (lansia).
- 5.796 jiwa adalah dewasa.
- 1.785 jiwa termasuk remaja dan anak-anak.
- 365 jiwa adalah balita.
Sebanyak 6.842 jiwa telah dievakuasi ke berbagai lokasi pengungsian, termasuk balai warga, masjid, gedung posyandu, dan sarana olahraga. Beberapa lokasi pengungsian utama meliputi GOR dan SDN Total Persada Raya yang menampung 1.440 pengungsi, Masjid Al-Mujahidin dengan 1.103 pengungsi, dan Masjid Al-Jihad yang menampung 860 pengungsi.
Upaya Penanganan dan Kondisi Terkini
BPBD Kota Tangerang terus memantau situasi dan melakukan upaya penanganan darurat untuk membantu korban banjir. Evakuasi warga masih berlangsung di beberapa titik yang terdampak parah, sementara bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan mulai didistribusikan ke lokasi pengungsian.
Kondisi cuaca yang tidak menambah menjadi faktor penyebab banjir ini, meskipun penyebab pasti masih dalam investigasi. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko lebih lanjut.
