Banjir 1,7 Meter Rendam Pondok Karya Jaksel, Brimob Evakuasi Warga Terjebak
Banjir 1,7 Meter di Pondok Karya Jaksel, Brimob Evakuasi Warga

Banjir 1,7 Meter Rendam Perumahan di Pondok Karya, Brimob Evakuasi Warga Terjebak

Jakarta - Banjir dengan ketinggian mencapai 170 sentimeter atau 1,7 meter telah merendam kawasan perumahan di Pondok Karya, Jakarta Selatan (Jaksel). Kejadian ini memicu aksi cepat dari Tim SAR Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya, yang segera turun tangan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah mereka akibat genangan air yang sangat tinggi.

Evakuasi Warga Lansia dan Pemantauan Kondisi

Dalam keterangannya pada Minggu (8/3/2026), Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan bahwa personelnya melakukan pemantauan intensif di lokasi sambil membantu warga terdampak. "Ketinggian air di dalam kawasan perumahan tercatat mencapai sekitar 170 sentimeter, sedangkan di bagian depan permukiman sekitar 120 sentimeter," ujarnya. Salah satu warga yang berhasil dievakuasi adalah seorang nenek bernama Sulis (84 tahun), yang dipindahkan dari rumahnya yang terendam banjir ke kediaman kerabatnya demi keamanan dan kenyamanan.

Henik menegaskan, "Lansia bernama Ibu Sulis (84) dipindahkan dari rumahnya yang terdampak banjir dan diantar menuju kediaman kerabatnya agar dapat beristirahat di tempat yang lebih aman." Proses evakuasi ini dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan Nenek Sulis di tengah kondisi banjir yang semakin parah.

Dampak pada Lalu Lintas dan Data BPBD

Selain di perumahan, genangan air juga terpantau di Jalan Kapten Tendean dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Kendaraan dari arah PTIK maupun sebaliknya masih dapat melintas, namun personel Brimob di lokasi turut membantu mengatur arus lalu lintas agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman dan lancar. "Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir," tambah Henik.

Berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta hingga Minggu (8/3) pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 48 RT dan 16 ruas jalan tergenang banjir, dengan ketinggian mencapai 1,7 meter di beberapa titik. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi, "BPBD mencatat saat ini terdapat 48 RT dan 16 Jalan tergenang." Data ini menunjukkan skala banjir yang cukup luas dan memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak.

Imbauan dan Sinergi Antar Instansi

Polri melalui Brimob terus bersinergi dengan instansi terkait, seperti BPBD, untuk memastikan keselamatan warga dan penanganan banjir yang efektif. Henik Maryanto menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam situasi darurat. Selain itu, Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, mengingat kondisi cuaca di lokasi masih diguyur hujan yang dapat memperparah genangan.

Dengan adanya aksi cepat dari Brimob dan instansi lainnya, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir dan warga terdampak segera mendapatkan bantuan yang diperlukan. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di daerah rawan banjir seperti Jakarta Selatan.