Kakorlantas Polri Umumkan Kesuksesan Pengelolaan Arus Mudik Lebaran 2026
Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas Polri) melaporkan bahwa arus mudik dan balik selama perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 berjalan dengan terkendali. Irjen Agus Suryonugroho, pejabat tinggi Kakorlantas, menyampaikan kabar positif ini dari Jasa Marga Toll Road Command Center di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (30/3/2026).
Tidak Ada Peristiwa Menonjol Selama Masa Mudik
Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mudik Lebaran tahun ini dapat dikelola dengan baik dari aspek Harkamtibmas (Ketertiban dan Keamanan Masyarakat). "Rekan-rekan sekalian bahwa arus mudik dan arus balik dan rangkaian kegiatan Hari Raya Idulfitri cukup terkendali, dari aspek Harkamtibmas, tidak ada peristiwa yang menonjol," ujarnya dengan penuh keyakinan.
Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan, operasi pengaturan lalu lintas berhasil mengantisipasi kepadatan. "Bahwa arus mudik sudah berlangsung dengan baik biarpun ada peningkatan arus yang cukup tinggi, tetapi arus mudik bisa kita kelola dengan baik," tambah Irjen Agus menjelaskan kinerja timnya.
Angka Kecelakaan dan Fatalitas Menurun Signifikan
Data statistik yang dirilis Kakorlantas Polri menunjukkan pencapaian yang menggembirakan dalam hal keselamatan berlalu lintas:
- Jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) turun sebesar 7%.
- Angka fatalitas atau korban meninggal dunia mengalami penurunan yang lebih dramatis, yaitu mencapai 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Dari sisi Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) alhamdulillah jumlah fatalitas korban meninggal dunia turun 30%. Demikian juga jumlah kecelakaan lalu lintas Operasi Ketupat ditambah KRYD, kegiatan rutin yang ditingkatkan, peristiwanya turun 7%," papar Irjen Agus dengan nada optimis.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas yang Efektif
Keberhasilan pengelolaan arus mudik tahun ini tidak lepas dari penerapan berbagai skema rekayasa lalu lintas yang dijalankan secara komprehensif:
- Sistem satu arah (one way) di ruas Tol Trans Jawa untuk memperlancar arus kendaraan.
- Penutupan sementara tol layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada waktu-waktu tertentu.
- Skema contra flow yang diterapkan untuk mengantisipasi dan mengurangi kepadatan kendaraan di titik-titik rawan.
Operasi Ketupat dan KRYD Berjalan Sukses
Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 14 hari, tepatnya dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Setelah periode tersebut, dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang berlangsung hingga 29 Maret 2026. Kombinasi kedua operasi ini terbukti efektif dalam menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan pemudik.
Irjen Agus menekankan bahwa kesuksesan pengamanan arus Lebaran 2026 merupakan hasil kolaborasi semua pihak. "Tentunya ini bagian daripada hasil kolaborasi dan kerja kita sama-sama agar supaya sesuai dengan tagline Bapak Kapolri, Operasi Ketupat itu adalah 'Mudik Aman, Balik Aman, Keluarga Bahagia'," tegasnya mengutip pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dengan demikian, mudik Lebaran 2026 berhasil menciptakan perjalanan yang aman dan membawa kebahagiaan bagi keluarga Indonesia, sesuai dengan harapan dan komitmen bersama.



