Angin Kencang Hantam Bogor, 17 Rumah dan PAUD Rusak, Pohon Tumbang Timbulkan Kemacetan
Angin Kencang Hantam Bogor, 17 Rumah dan PAUD Rusak

Angin Kencang Terjang Desa di Bogor, Puluhan Rumah dan PAUD Alami Kerusakan

Bogor, Jawa Barat - Bencana angin kencang disertai hujan deras melanda kawasan Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Jumat (10/4). Peristiwa alam ini mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan, termasuk rumah warga dan fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD).

Pohon Tumbang Sebabkan Kemacetan dan Kerusakan

Menurut keterangan dari Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, angin kencang yang terjadi menyebabkan pohon tumbang di dua titik lokasi berbeda. "Titik pertama pohon tumbang menutup akses jalan sehingga memicu kemacetan lalu lintas," jelas Adam pada Sabtu (11/4/2026).

Lebih lanjut, Adam menyebutkan bahwa di titik kedua, pohon yang tumbang justru menimpa langsung rumah milik warga. "Pohon tumbang tersebut menimpa rumah warga dan mengakibatkan kerusakan pada beberapa unit rumah di sekitarnya," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rincian Kerusakan di Beberapa Rukun Tetangga

Kerusakan akibat angin kencang tersebar di beberapa Rukun Tetangga (RT) di Desa Banjarsari. Berikut adalah rincian kerusakan yang terjadi:

  • Kampung Kambangan RT 02 RW 04: Sebanyak lima rumah warga mengalami kerusakan, dengan bagian tembok yang jebol dan atap rumah pecah terbawa angin.
  • RT 03 RW 04: Dua unit rumah mengalami kerusakan sedang, terutama pada bagian atap lantai dua, ruang tengah, dan kamar yang terbang terbawa angin.
  • RT 03 RW 04 (lokasi berbeda): Tiga rumah mengalami kerusakan ringan, dengan atap yang pecah setelah terbawa angin.
  • RT 04 RW 04: Tujuh unit rumah rusak ringan, di mana sebagian atap asbes untuk ruangan tengah, kamar, dan kanopi pecah serta terbang terbawa angin.

PAUD Juga Tidak Luput dari Kerusakan

Tidak hanya rumah warga, bangunan PAUD yang berlokasi di RT 02 RW 04 juga turut menjadi korban amukan angin kencang. Adam Hamdani mengonfirmasi bahwa dua ruang kelas di PAUD tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon yang terbang terbawa angin.

"Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada fasilitas pendidikan yang sangat penting bagi anak-anak di desa ini," ucap Adam dengan nada prihatin.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Insiden

Meskipun kerusakan material yang terjadi cukup parah, Adam menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin kencang tersebut. "Kami bersyukur tidak ada warga yang menjadi korban jiwa. Tim BPBD telah turun langsung untuk melakukan assesment dan penanganan awal," pungkasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama di daerah yang rentan terhadap cuaca ekstrem. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang terkait kondisi cuaca yang tidak menentu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga