4 Korban Tewas dalam Longsor Sampah di TPST Bantargebang, Bekasi
4 Tewas Longsor Sampah Bantargebang, Bekasi

Tragedi Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan Empat Orang

Sebuah insiden tragis terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Gunungan sampah di zona 4C TPST DKI Jakarta tiba-tiba longsor, mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan dua lainnya selamat.

Identitas Korban Meninggal Dunia

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo, mengonfirmasi identitas keempat korban yang tewas dalam peristiwa tersebut. Korban pertama adalah S (60), seorang pedagang kopi yang beroperasi di lokasi kejadian. Korban kedua adalah E.W. (26), yang bekerja sebagai pemulung di area TPST.

Korban ketiga adalah D.S. (22), seorang sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. Korban keempat adalah I.S. (40), yang juga berprofesi sebagai sopir truk. Sementara itu, dua sopir truk lainnya yang berinisial J dan R berhasil selamat dari musibah ini.

Kronologi dan Dampak Longsor

Longsor terjadi di kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tumpukan sampah yang runtuh tersebut tidak hanya menutup akses jalan di area TPST, tetapi juga menimpa sebuah warung kopi serta beberapa truk sampah yang sedang beroperasi pada saat itu.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST setelah beristirahat di warung kopi. Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian menyaksikan langsung gunungan sampah tiba-tiba ambruk.

Proses Evakuasi dan Penanganan

Setelah kejadian, informasi segera disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST, sehingga petugas dapat langsung menuju lokasi. Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi.

Proses pencarian korban masih terus dilakukan hingga saat ini dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator. Evakuasi melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, bersama Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono, turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi. Mereka memberikan arahan kepada personel gabungan agar fokus pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun di bawah longsoran sampah.

Investigasi dan Kerugian

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti longsor sampah di TPST Bantargebang ini. Sementara itu, kerugian materi akibat peristiwa tragis tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Insiden ini menyoroti kembali risiko operasional di tempat pembuangan sampah skala besar dan pentingnya pengelolaan yang lebih aman untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.