Remaja Palestina Ditembak Israel, Dibiarkan Tereksanguinasi Tanpa Pertolongan
Remaja Palestina Ditembak Israel, Dibiarkan Tereksanguinasi

Remaja Palestina Ditembak dari Jarak Dekat, Dibiarkan Tewas Tanpa Pertolongan Medis

Jakarta - Sebuah insiden tragis mengguncang kamp pengungsi al-Far'a di Tepi Barat pada November 2025. Jad Jadallah, remaja Palestina berusia 14 tahun, ditembak dari jarak dekat oleh tentara Israel dan dibiarkan tergeletak tak berdaya hingga kehabisan darah. Rekaman video dan kesaksian mata mengungkapkan bahwa para tentara membentuk barikade, menghalangi dua ambulans Palestina yang berusaha menyelamatkannya.

45 Menit Tanpa Bantuan Medis

Dari rekaman yang diverifikasi BBC, terlihat sekitar 14 tentara Israel berdiri santai di sekitar Jad yang terus mengeluarkan darah akibat luka tembak. Mereka berada di lokasi setidaknya selama 45 menit, tanpa upaya memberikan pertolongan medis, meskipun setiap unit tempur IDF memiliki petugas medis terlatih. Jad berulang kali meminta bantuan, tetapi diabaikan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah memberikan "perawatan medis awal", namun menolak merinci bentuk dan waktu pemberiannya. Sebaliknya, IDF menuduh Jad melemparkan batu, yang menurut aturan pertempuran mereka membenarkan penggunaan kekuatan mematikan. Namun, rekaman menunjukkan seorang tentara meletakkan benda di samping Jad setelah penembakan dan memfotonya, yang dinilai keluarga dan kelompok HAM sebagai upaya memfitnah.

Ambulans Dihalangi, Jenazah Ditahan

Setelah penembakan, ibu Jad, Safa, mencoba mencapai putranya tetapi dihalangi tentara. Dua ambulans Palestina dikirim, namun dicegah mendekati Jad yang hanya berjarak seratus yard. Paramedis Hassan Fouqha menyaksikan dengan tak berdaya selama 35 menit saat Jad terbaring berlumuran darah.

Jad akhirnya meninggal, dan jenazahnya tidak dikembalikan ke keluarga karena dimasukkan ke kendaraan militer Israel. IDF menolak menjawab pertanyaan tentang luka dan perawatan, sementara Israel sering menahan jenazah warga Palestina yang tewas akibat tindakan mereka.

Rekaman CCTV Ungkap Detail Mengerikan

Rekaman CCTV dari kamp menunjukkan momen penembakan: tentara mengangkat senjata dari jarak kurang dari tiga meter dan menembak Jad, yang kemudian berlari menjauh sementara tentara terus menembak dari belakang. Rekaman saksi mata menangkap upaya Jad menarik perhatian dengan mengibaskan tangan dan melemparkan topi, tetapi tentara mengabaikannya.

Insiden ini menambah daftar panjang anak dan remaja korban kekerasan tentara Israel. Menurut PBB, 55 anak tewas di Tepi Barat tahun lalu, dan 227 anak tewas sejak serangan Hamas pada Oktober 2023. Kelompok HAM Israel, B'Tselem, menyebut tentara beroperasi dengan kebijakan "tembak bebas" yang permisif.

Keluarga Jad tetap berharap jenazahnya dikembalikan. "Mungkin mereka mencoba melelahkan kami, tapi kami sabar dan akan terus menunggu," kata Safa. Kisah ini menyoroti pelanggaran HAM dan dampak konflik berkepanjangan pada warga sipil Palestina.