Mensos Terima Aktivis Himpunan Jiwa Sehat, Ungkap Dugaan Perlakuan Tak Manusiawi di Panti
Mensos Terima Aktivis Jiwa Sehat Ungkap Dugaan di Panti

Mensos Risma Dapat Laporan Aktivis Jiwa Sehat Soal Dugaan Pelanggaran di Panti

Menteri Sosial Tri Rismaharini baru-baru ini menerima audiensi dari perwakilan Himpunan Jiwa Sehat, sebuah organisasi yang fokus pada isu kesehatan mental dan hak asasi manusia. Pertemuan ini digelar sebagai respons atas laporan yang disampaikan oleh aktivis mengenai dugaan perlakuan tidak manusiawi di beberapa panti rehabilitasi di Indonesia.

Pengungkapan Praktik yang Mengkhawatirkan

Dalam audiensi tersebut, para aktivis Himpunan Jiwa Sehat mengungkapkan temuan-temuan mengejutkan terkait kondisi di sejumlah panti. Mereka melaporkan adanya praktik-praktik yang dianggap melanggar hak-hak dasar penghuni, seperti pembatasan akses terhadap perawatan medis yang layak, penggunaan metode rehabilitasi yang kasar, serta kondisi fasilitas yang tidak memadai.

Lebih lanjut, organisasi ini menyoroti bahwa banyak penghuni panti, termasuk mereka yang mengalami gangguan jiwa, mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai dengan standar kemanusiaan. Hal ini, menurut mereka, dapat memperburuk kondisi kesehatan mental dan fisik para penghuni, serta menghambat proses pemulihan.

Komitmen Mensos untuk Investigasi Mendalam

Merespons laporan tersebut, Tri Rismaharini menyatakan komitmennya untuk segera mengambil langkah-langkah tindak lanjut. Ia menegaskan bahwa Kementerian Sosial akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan-dugaan yang diungkapkan oleh Himpunan Jiwa Sehat.

"Kami sangat serius menangani isu ini. Segera akan dibentuk tim khusus untuk memeriksa kondisi di panti-panti yang dilaporkan," ujar Risma dalam pernyataannya. Ia juga menambahkan bahwa jika ditemukan pelanggaran, akan ada sanksi tegas bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk kemungkinan penutupan panti jika terbukti melakukan praktik tidak manusiawi.

Dampak dan Harapan ke Depan

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap lembaga rehabilitasi, terutama yang menangani kelompok rentan seperti penyandang gangguan jiwa. Aktivis Himpunan Jiwa Sehat berharap audiensi ini dapat menjadi langkah awal untuk perbaikan sistem, dengan fokus pada:

  • Peningkatan standar operasional panti rehabilitasi
  • Pelatihan yang lebih baik bagi pengelola panti
  • Mekanisme pengaduan yang mudah diakses bagi penghuni dan keluarga

Dengan komitmen dari Mensos, diharapkan kondisi di panti-panti rehabilitasi dapat segera diperbaiki, sehingga hak-hak penghuni terlindungi dan proses rehabilitasi berjalan secara manusiawi dan efektif. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan sosial di Indonesia.