Habiburokhman Kecam Penyiran Air Keras ke Andrie Yunus, Sebut Khianati Komitmen Prabowo
Habiburokhman Kecam Penyiran Air Keras ke Andrie Yunus

Habiburokhman Kecam Penyiran Air Keras ke Andrie Yunus, Sebut Khianati Komitmen Prabowo

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Habiburokhman, secara tegas mengecam tindakan empat anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus. Politisi Partai Gerindra ini menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Pernyataan Keras di Pelabuhan Merak

Habiburokhman menyampaikan kecamannya secara langsung di Pelabuhan Merak pada Kamis, 19 Maret 2026. "Saya mengatakan ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap komitmen pemerintah, komitmen Pak Prabowo untuk menegakkan HAM," ujarnya dengan nada tegas. Dia menambahkan bahwa tindakan tersebut sangat menyakiti Presiden Prabowo, yang telah berulang kali menekankan pentingnya penghormatan terhadap HAM dalam kepemimpinannya.

Lebih lanjut, Habiburokhman mendesak agar penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan. "Pemerintah mendesak penegak hukum melakukan penyelidikan secara profesional, serta TNI bisa membuka secara transparan," tegasnya. Dia juga meminta agar seluruh pihak terkait, termasuk TNI, dapat mengusut tuntas para pelaku, termasuk kemungkinan adanya otak di balik atau pemberi perintah dalam kasus penyiraman air keras ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pertemuan Tertutup Prabowo dan Megawati

Sementara itu, dalam perkembangan politik lainnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mengundang Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, ke Istana Kepresidenan di Jakarta pada hari yang sama. Pertemuan ini berlangsung secara tertutup, tanpa kehadiran awak media. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kendaraan yang membawa Megawati terlihat keluar dari pintu utama Istana Merdeka sekitar pukul 12.52 WIB.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Pertemuan ini terjadi setelah sebelumnya Prabowo juga mengundang para mantan Presiden dan Wakil Presiden RI ke Istana Merdeka pada awal Maret 2026, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma'ruf Amin.

Penetapan 1 Syawal 1447 H

Di sisi lain, Tim Rukyat Hilal Kementerian Agama (Kemenag) telah mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Pengumuman ini disampaikan oleh Anggota Tim Rukyatul Hilal Kemenag, Cecep Nurwendaya, dalam Seminar Sidang Isbat yang digelar di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, pada Kamis sore.

Menurut Cecep, ketinggian hilal di Provinsi Aceh telah memenuhi kriteria MABIMS, yaitu minimal 3 derajat. Namun, dia mengakui bahwa hilal tersebut tidak memenuhi parameter elongasi minimum sebesar 6,4 derajat. "Sehingga tanggal 1 Syawal 1447 H secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Sabtu Pahing tanggal 21 Maret 2026 M," jelasnya dalam pernyataan resmi.

Berikut adalah tiga berita terpopuler yang menjadi sorotan utama pada Kamis, 19 Maret 2026:

  1. Habiburokhman soal 4 Anggota TNI Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Kasus ini menyita perhatian publik karena dinilai sebagai ujian bagi komitmen pemerintah dalam penegakan HAM.
  2. Prabowo Undang Megawati di Istana: Pertemuan tertutup antara dua tokoh politik besar ini memicu berbagai spekulasi mengenai agenda politik nasional.
  3. Tim Rukyat Hilal Kemenag Tetapkan 1 Syawal: Pengumuman ini menjadi panduan bagi umat Muslim dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.

Dengan berbagai perkembangan ini, isu penegakan HAM, dinamika politik, dan persiapan keagamaan terus menjadi fokus perbincangan di tengah masyarakat Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga