Andrie Yunus Alami Luka Bakar Parah Usai Disiram Cairan Kimia di Jakarta Pusat
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami luka bakar serius di berbagai bagian tubuh setelah menjadi korban penyiraman cairan yang diduga mengandung zat kimia berbahaya. Insiden ini terjadi di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, dan telah menimbulkan keprihatinan publik terhadap keamanan aktivis hak asasi manusia.
Kondisi Medis Korban dan Respons Kepolisian
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, mengkonfirmasi bahwa berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami trauma asam dan luka bakar yang signifikan. "Kondisi korban saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh, dan kedua anggota gerak lainnya," jelas Iman dalam konferensi pers pada Senin, 16 Maret 2026.
Polisi telah mengambil langkah tegas dengan membentuk tim gabungan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik serangan ini. Investigasi sedang berlangsung secara intensif, dengan fokus pada pengumpulan bukti dan keterangan saksi di lokasi kejadian.
Dampak Serangan pada Tubuh Korban
Serangan penyiraman air keras tersebut mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh Andrie Yunus. Berdasarkan laporan medis dan keterangan pihak berwenang, area tubuh yang paling terdampak meliputi:
- Wajah, termasuk area mata yang berisiko terhadap penglihatan
- Dada dan batang tubuh bagian depan
- Kedua lengan, baik tangan kanan maupun kiri
- Anggota gerak lainnya yang mengalami kontak langsung dengan cairan korosif
Insiden ini bukan yang pertama kali menimpa aktivis di Indonesia, namun tingkat keparahan luka yang dialami Andrie Yunus menyoroti urgensi perlindungan yang lebih baik bagi para pembela HAM.
Konteks dan Dukungan Publik
Sebelumnya, pada 14 Maret 2026, aksi demonstrasi dukungan telah digelar di Yogyakarta sebagai bentuk solidaritas terhadap Andrie Yunus. Peserta unjuk rasa membawa poster bergambar bunga sebagai simbol harapan untuk pemulihan korban.
Kejadian ini mengingatkan kembali pada pentingnya keamanan bagi para aktivis yang sering bekerja di garis depan memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia. Masyarakat sipil dan organisasi HAM telah mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku dan memastikan keadilan bagi korban.
Perawatan medis yang komprehensif terus diberikan kepada Andrie Yunus, sementara keluarganya dan rekan-rekan di KontraS berharap untuk pemulihan yang cepat dan menyeluruh. Kasus ini juga menyoroti kebutuhan akan regulasi yang lebih ketat terkait peredaran bahan kimia berbahaya yang dapat disalahgunakan untuk tindak kriminal.



