4 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat
Empat warga Palestina tewas setelah diserang oleh pemukim Israel di Tepi Barat, menurut laporan AFP pada Senin, 9 Maret 2026. Wartawan AFP menyaksikan pemakaman keempat pria tersebut, di mana kerabat korban menangis tersedu-sedu saat jenazah dibawa oleh para pelayat.
Gelombang Kekerasan Terbaru
Insiden ini merupakan pertumpahan darah terbaru dalam gelombang kekerasan yang meningkat di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa pemukim Israel menembak mati Thaer Faruq Hamayel (24) dan Farea Jawdat Hamayel (57) di Abu Falah, timur laut Ramallah, meskipun waktu pasti insiden tidak disebutkan.
Pelapor Hamid Khattab menyatakan kepada AFP bahwa para pemukim Israel awalnya menembakkan pistol, kemudian beralih ke senjata otomatis. Dalam unggahan di X, Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengutuk serangan tersebut sebagai serangan brutal terhadap warga sipil yang tidak bersalah.
Respons Militer dan Otoritas
Pasukan militer Israel dikirim ke Abu Falah menyusul laporan tentang warga Palestina yang diserang oleh warga sipil Israel di dekat rumah mereka. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa dua warga Palestina tewas akibat tembakan, sementara seorang lainnya meninggal karena sesak napas.
Kepala militer Israel di Tepi Barat, Mayor Jenderal Avi Bluth, turut mengutuk serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan ini tidak dapat ditoleransi dan tidak mewakili rakyat Yahudi atau Negara Israel. Tidak akan ada toleransi bagi warga sipil yang main hakim sendiri, tambahnya.
Insiden Kekerasan Lainnya
Pada hari Sabtu, 7 Maret, Kementerian Kesehatan Palestina dan seorang walikota setempat melaporkan bahwa pemukim Israel menembak mati seorang pria Palestina dan melukai saudaranya dalam serangan di desa Wadi al-Rakhim. Kepala Dewan Desa Tuwani, Mohammad Rabai, mengonfirmasi bahwa para pemukim memasuki rumah-rumah dan menyerang keluarga Amir Mohammad Shnaran, yang tewas akibat serangan itu.
Militer Israel mengatakan tentara dan polisi dikirim ke lokasi setelah menerima laporan tentang konfrontasi kekerasan antara warga Israel dan Palestina. Informasi awal menunjukkan seorang tentara cadangan melepaskan tembakan, dan penyelidikan sedang berlangsung.



