KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan tentara Iran mengancam akan membunuh sejumlah tawanan jika Israel menyerang Palestina. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Narasi yang Beredar
Video yang mengklaim tentara Iran mengancam akan membunuh sejumlah tawanan jika Israel menyerang Palestina dibagikan oleh beberapa akun Facebook. Akun-akun tersebut menyebarkan video yang menampilkan seorang tentara Iran berada di dalam sebuah penjara bersama sejumlah tawanan yang mengenakan seragam militer Israel.
Hasil Penelusuran
Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa digital. Dengan menggunakan teknologi AI, wajah dan suara dalam video dimanipulasi sehingga tampak seperti tentara Iran yang mengeluarkan ancaman. Faktanya, tidak ada bukti bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.
Kesimpulannya, video yang beredar adalah hoaks dan tidak boleh dipercaya. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.



