KOMPAS.com - Sebuah narasi yang mengklaim Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kekesalannya terhadap aparat keamanan yang arogan terhadap rakyat kecil beredar di media sosial pada April 2026. Narasi tersebut disertai dengan video yang menyebutkan Prabowo memerintahkan pemecatan terhadap aparat arogan. Unggahan juga mencatut nama pengacara Hotman Paris Hutapea dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Fakta di Balik Narasi
Setelah ditelusuri, narasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo maupun pihak istana yang mengonfirmasi klaim tersebut. Video yang beredar pun tidak menunjukkan bukti otentik mengenai perintah pemecatan.
Pentingnya Verifikasi Informasi
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima, terutama yang bersifat provokatif. Jangan mudah percaya pada unggahan yang tidak jelas sumbernya. Pastikan untuk merujuk pada sumber berita resmi atau melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan informasi.
Hoaks semacam ini dapat merugikan banyak pihak dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, bijaklah dalam bermedia sosial dan selalu cek kebenaran berita.



