Penampakan Markas Ratusan WNA Penipuan Investasi Daring di Batam
Petugas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berhasil menangkap 210 Warga Negara Asing (WNA) yang diduga terlibat dalam kasus penipuan investasi daring di Batam, Kepulauan Riau. Mereka diamankan di sebuah apartemen yang dijadikan markas operasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (8/5/2026), apartemen tersebut dari luar tampak sedang dalam proses renovasi. Namun, saat memasuki bagian dalam, berbagai perangkat dan logistik terlihat berjajar rapi. Perabotan seperti meja, kursi, dan peralatan rumah tangga lainnya berserakan di beberapa sudut. Sisa-sisa makanan dan bahan makanan masih tertinggal, menandakan bahwa apartemen tersebut baru saja ditinggalkan.
Kondisi Markas Penipuan
Di lobi apartemen, terdapat beberapa ruangan yang telah digunakan untuk operasi penipuan. Di lantai atas, ditemukan ruangan serupa. Sisa pakaian yang dijemur masih menggantung, sementara barang elektronik seperti pendingin ruangan dan mesin cuci masih berada di dalam kardus dan belum digunakan.
Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, mengungkapkan bahwa berbagai ruangan di apartemen tersebut digunakan untuk beroperasi. Lantai dasar atau lobi difungsikan sebagai ruang kerja yang didominasi oleh warga negara Vietnam dengan perkiraan jumlah sekitar 20 orang.
Sementara itu, lantai 2 hingga lantai 4 digunakan sebagai tempat tinggal bagi para WNA yang bekerja. Diperkirakan sebanyak 120 orang tinggal di apartemen tersebut. Lantai 5, yang sejatinya akan dijadikan ruang kendali operasi penipuan, masih dalam tahap persiapan. Sekitar 60 orang diperkirakan akan mengoperasikan sistem penipuan tersebut.
"Di lokasi kami menemukan pola operasional yang sangat terstruktur dan masif. Di lantai dasar lobi digunakan sebagai ruang kerja yang didominasi oleh warga negara Vietnam dengan estimasi jumlah orang sebanyak 20 orang," kata Yuldi Yusman.
"Kemudian di lantai 2 hingga lantai 4 digunakan sebagai tempat tinggal para pekerja dengan estimasi jumlah orang sebanyak 120 orang. Lantai 5 terindikasi sebagai ruang kendali operasi yang sedang dalam tahap persiapan, jadi mereka masih prepare untuk melakukan kegiatan yang diduga kegiatan scamming tersebut, yang mana jumlah orangnya itu ada 60 orang," pungkasnya.
Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan penipuan investasi daring yang marak terjadi. Petugas Imigrasi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.



