Jakarta Waspada Hujan Lebat hingga 28 Februari 2026, BPBD Imbau Antisipasi Banjir
Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di ibu kota. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat hingga tanggal 28 Februari 2026.
Peringatan Cuaca Ekstrem dari BPBD
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi, seperti genangan air dan banjir. "Waspada cuaca ekstrem, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada periode 24-28 Februari," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis, 26 Februari 2026.
Isnawa mengimbau agar warga selalu siaga dalam menghadapi potensi hujan deras beberapa hari ke depan. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga dalam menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat beberapa hari ke depan," tambahnya.
Langkah-Langkah Kesiapsiagaan
Untuk meminimalkan risiko bencana, BPBD DKI Jakarta menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Warga dihimbau untuk:
- Rutin memantau informasi tinggi muka air melalui laman resmi BPBD.
- Memperbarui informasi kondisi banjir melalui situs pantauan banjir Pemprov DKI.
- Menyiapkan perlengkapan dasar menghadapi bencana, seperti payung, jas hujan, dan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting serta kebutuhan darurat.
Isnawa juga mengingatkan bahwa jika menemui kondisi darurat yang memerlukan pertolongan segera, masyarakat dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga di nomor 112.
Peningkatan Kesiapan Personel dan Peralatan
BPBD DKI Jakarta memastikan bahwa kesiapsiagaan personel dan peralatan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat hujan lebat berkepanjangan.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan responsif dalam menghadapi cuaca ekstrem, sehingga mengurangi risiko kerugian material maupun jiwa.



