Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu Tembus 44 Derajat Celsius
Gelombang Panas Ekstrem Eropa, Suhu Capai 44 Derajat Celsius

Gelombang panas ekstrem kembali melanda Eropa pada musim panas ini, dengan suhu di sejumlah negara menembus 40 derajat Celsius. Kondisi ini memicu gangguan transportasi, peningkatan risiko kesehatan, hingga kerusakan infrastruktur. Di Jerman, Republik Ceko, dan Polandia, suhu mencapai sekitar 40 derajat Celsius. Sementara di Perancis, suhu rata-rata tercatat 29,8 derajat Celsius, bahkan sempat melonjak hingga 44 derajat Celsius di salah satu kota sebelum badai menerjang.

Kekhawatiran Pola Iklim Baru

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa musim panas ekstrem bukan lagi peristiwa langka, melainkan bagian dari pola iklim baru di Eropa. Panas ekstrem yang terjadi saat ini dinilai semakin sering terjadi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kajian World Weather Attribution

Kajian World Weather Attribution (WWA) menyebutkan, gelombang panas seperti yang terjadi saat ini kini puluhan hingga ratusan kali lebih mungkin terjadi dibandingkan tahun 2003. Peristiwa serupa bahkan disebut tidak terjadi pada kondisi iklim 50 tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas secara signifikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak gelombang panas ini dirasakan luas, mulai dari gangguan pada sistem transportasi kereta api yang mengalami pemuaian rel, hingga peningkatan kasus heatstroke di rumah sakit. Infrastruktur jalan dan bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat suhu ekstrem.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga