BNPB Serahkan 252 Unit Hunian Sementara di Aceh Tengah
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto secara resmi menyerahkan 252 unit hunian sementara (huntara) kepada warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Penyerahan simbolis ini dilakukan pada Sabtu (15/2/2026) dan disaksikan langsung oleh Bupati Aceh Tengah Haili Yoga serta Wakil Bupati Muchsin Hasan.
Dukungan Penuh dari Awal Tanggap Darurat
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dukungan berkelanjutan dari BNPB sejak fase tanggap darurat hingga memasuki tahap transisi pemulihan. "Alhamdulillah, luar biasa sekali dukungan yang diberikan BNPB sejak awal bencana. Atas arahan Bapak Presiden melalui Kepala BNPB, akhirnya warga kami bisa menempati hunian yang lebih layak sebelum bulan Ramadan," ungkap Haili Yoga pada Minggu (15/2/2026).
Kunjungan ini merupakan yang keempat kalinya bagi Kepala BNPB Suharyanto ke Aceh Tengah sejak akhir November 2025, ketika bencana hidrometeorologi melanda dan aktivitas Gunungapi Burni Telong meningkat hingga status Siaga (Level III). Suharyanto memutuskan untuk berada langsung di lokasi guna memastikan penanganan berjalan secara profesional, terkoordinasi, cepat, dan tepat sasaran.
"Sejak awal bencana kami sudah ada di sini. Ini sudah empat kali saya ke Aceh Tengah, dan dua kali harus tinggal di sini. Termasuk ketika status Gunungapi Burni Telong naik ke Level III, saya tetap berada di Aceh Tengah untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal," tegas Suharyanto.
Fasilitas Lengkap dan Penyebaran di Tiga Kampung
Sebanyak 252 unit huntara tersebut tersebar di tiga kampung, yaitu:
- Kampung Serempah
- Kampung Bintang Pepara
- Kampung Burlah
Huntara bertipe komunal ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai, antara lain:
- Sumur bor air bersih
- Sistem sanitasi dan pembuangan limbah
- Jaringan listrik yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh para penyintas
Selain bangunan utama, BNPB juga menyediakan kebutuhan dasar penghuni berupa alas lantai, tikar, karpet, kasur, bantal, guling, dan selimut. Untuk melengkapi perabotan rumah tangga, Kementerian Sosial Republik Indonesia akan memberikan dukungan tambahan senilai Rp3 juta untuk setiap unit huntara.
"Tidak hanya bangunan, BNPB juga memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. Sementara untuk perabotan, akan ada dukungan dari Kementerian Sosial sebesar tiga juta rupiah untuk setiap unit," jelas Suharyanto.
Skema Dana Tunggu Hunian dan Dukungan Lanjutan
Memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan, BNPB terus memberikan dukungan lanjutan yang komprehensif. Bagi warga yang memilih untuk menyewa tempat tinggal sementara, BNPB menyediakan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan. Penerima DTH juga tetap mendapatkan dukungan logistik dan kebutuhan dasar lainnya selama masa sewa.
Suharyanto menegaskan bahwa seluruh warga terdampak memiliki hak yang sama atas bantuan, baik yang menempati huntara maupun yang memilih DTH. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan seluruh hak masyarakat terpenuhi tanpa terkecuali.
"Kita semua warga negara Indonesia yang sedang tertimpa musibah. Saya pastikan bantuannya sama, baik yang memilih huntara maupun DTH. BNPB akan terus mengisi kebutuhan yang diperlukan," tegasnya.
Untuk wilayah lain seperti Kecamatan Linge yang masih dalam tahap pembangunan huntara, BNPB akan menerapkan skema DTH hingga seluruh unit selesai dibangun. Dari total rencana 529 unit huntara di Linge, sebanyak 198 unit telah rampung dan sisanya ditargetkan selesai pada pertengahan Februari 2026.
Dukungan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan menyeluruh yang meliputi bantuan dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang, pembangunan huntara, serta pemberian Dana Tunggu Hunian bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana hidrometeorologi.