Anomali 'Cold Blob' di Atlantik Pertanda Bumi Dekati Titik Kritis Iklim
Anomali 'Cold Blob' di Atlantik Pertanda Titik Kritis Iklim

Para ilmuwan baru-baru ini mengidentifikasi anomali yang tidak biasa di Samudera Atlantik Utara, tepatnya di wilayah selatan Greenland. Anomali tersebut dikenal dengan julukan "cold blob" atau gumpalan dingin. Kawasan ini mengalami pendinginan suhu di saat sebagian besar wilayah dunia mencatat kenaikan suhu akibat pemanasan global.

Fenomena Cold Blob dan Kaitannya dengan AMOC

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fenomena ini bisa menjadi pertanda bahwa Bumi semakin mendekati titik kritis perubahan iklim yang berbahaya. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters pada Mei 2026 mengaitkan gumpalan dingin Atlantik dengan melemahnya Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) atau Sirkulasi Pembalikan Meridional Atlantik. AMOC merupakan sistem arus laut raksasa yang memainkan peran penting dalam mengatur iklim global.

Dampak Melemahnya AMOC

Melemahnya AMOC dapat menyebabkan perubahan drastis pada pola cuaca global, termasuk musim dingin yang lebih ekstrem di Eropa dan naiknya permukaan laut di pesisir timur Amerika Serikat. Cold blob sendiri merupakan salah satu indikator bahwa sistem sirkulasi laut ini sedang terganggu. Para peneliti memperingatkan bahwa jika AMOC terus melemah, dampaknya bisa sangat luas dan tidak dapat diprediksi secara akurat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penemuan ini menambah kekhawatiran para ilmuwan akan percepatan perubahan iklim. Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa suhu global terus meningkat, namun adanya cold blob menunjukkan bahwa proses pemanasan tidak terjadi secara merata. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa sistem iklim Bumi sangat kompleks dan saling terhubung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga