Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan saraf di Singapura mengungkapkan bahwa pekerjaan shift malam dapat menyebabkan penyusutan volume pada beberapa bagian otak. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal NeuroImage pada tahun 2025.
Dampak Pekerjaan Shift Malam pada Otak
Penelitian ini melibatkan sejumlah pekerja yang menjalani shift malam, seperti perawat, dokter, dan petugas layanan darurat. Mereka seringkali harus tetap terjaga dari malam hingga dini hari, yang dapat berdampak pada kondisi tubuh, termasuk kelelahan. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa dampaknya tidak hanya bersifat sementara, melainkan juga struktural.
Wilayah Otak yang Terpengaruh
Hasil studi menunjukkan adanya penyusutan volume di beberapa bagian penting otak. Menariknya, wilayah yang mengalami penyusutan ini diketahui berperan dalam pengaturan emosi, memori, dan siklus tidur. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja shift malam tidak hanya berisiko mengalami gangguan tidur, tetapi juga perubahan struktural yang dapat memengaruhi fungsi kognitif dan emosional.
Implikasi bagi Kesehatan Pekerja
Temuan ini memberikan peringatan penting bagi para pekerja shift malam dan pihak manajemen di berbagai sektor. Diperlukan langkah-langkah untuk memitigasi risiko, seperti pengaturan jadwal yang lebih baik, istirahat yang cukup, dan pemantauan kesehatan secara berkala. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memahami mekanisme di balik penyusutan otak ini dan mencari cara untuk mencegah atau memulihkan dampaknya.



