KOMPAS.com - Di tengah maraknya fenomena kesepian, menurunnya kemampuan fokus, hingga meningkatnya persoalan kesehatan mental, storytelling atau seni bercerita dinilai memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar menyampaikan informasi. Dari sudut pandang neurosains, cerita mampu memengaruhi cara manusia berpikir, merasakan, dan membangun hubungan dengan orang lain. Bahkan, aktivitas sederhana seperti membaca disebut dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan rasa keterhubungan sosial.
Pentingnya Storytelling dalam Kesehatan Mental
Hal tersebut disampaikan Professor of Consumer Neuroscience dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Prof. Gemma Anne Calvert, dalam The UBM Studium Generale Series: 026 bertajuk "Narratives That Heal: Storytelling, Communication, and Psychological Well-Being" yang digelar Universitas Bunda Mulia (UBM). Dalam paparannya, Gemma menekankan bahwa cerita telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam menjaga kesehatan psikologis.
Menurut Prof. Gemma, storytelling bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Cerita dapat mengaktifkan area otak yang terkait dengan empati, pemahaman sosial, dan pengaturan emosi. Hal ini menjelaskan mengapa membaca buku atau mendengarkan cerita dapat memberikan efek relaksasi dan mengurangi tingkat stres.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam era digital yang penuh distraksi, kemampuan untuk fokus pada narasi yang panjang semakin menurun. Padahal, keterlibatan dalam cerita yang mendalam dapat melatih otak untuk berkonsentrasi dan membangun ketahanan mental. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk kembali membiasakan diri dengan aktivitas bercerita dan mendengarkan cerita, baik melalui buku, podcast, maupun interaksi langsung.
Acara yang diadakan oleh UBM ini juga membahas bagaimana storytelling dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, pemasaran, dan terapi. Dengan memahami mekanisme otak dalam merespons cerita, kita dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis di tengah tantangan kehidupan modern.



