KOMPAS.com – Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI dilaporkan terus mempercepat langkah ekspansi riset mereka di sektor kesehatan. Langkah strategis ini diambil seiring dengan lonjakan jumlah pengguna yang memanfaatkan teknologi chatbot ChatGPT untuk mencari jawaban atas berbagai pertanyaan medis dan masalah kesehatan pribadi.
Jumlah Pengguna Melonjak Drastis
Berdasarkan data internal terbaru dari OpenAI, saat ini terdapat lebih dari 230 juta orang yang menggunakan ChatGPT setiap minggunya khusus untuk mendapatkan saran terkait kesehatan dan kebugaran. Pertumbuhan masif ini tidak lepas dari peran penting Karan Singhal, seorang peneliti utama AI, yang baru-baru ini berbicara secara eksklusif kepada Business Insider mengenai ambisi besar OpenAI di dunia medis.
Karan Singhal mengungkapkan bahwa OpenAI berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan AI dalam memberikan informasi kesehatan yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap ChatGPT sebagai sumber informasi kesehatan, OpenAI melihat peluang besar untuk memperluas riset dan inovasi di bidang ini.
Langkah ekspansi OpenAI ini diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai tantangan di sektor kesehatan, seperti keterbatasan akses terhadap tenaga medis dan informasi kesehatan yang terpercaya. Dengan dukungan kecerdasan buatan, masyarakat dapat memperoleh saran kesehatan awal yang cepat dan mudah diakses.
Meskipun demikian, OpenAI tetap mengingatkan bahwa ChatGPT bukanlah pengganti konsultasi medis profesional. Informasi yang diberikan oleh AI sebaiknya digunakan sebagai referensi awal, dan pengguna tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.



