Tidak Semua Makanan Ultra-Proses Buruk, Ini Penjelasannya
Tidak Semua Makanan Ultra-Proses Buruk

KOMPAS.com - Selama beberapa tahun terakhir, makanan ultra-proses atau ultra-processed foods (UPF) sering menjadi sorotan karena dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit jantung hingga peningkatan risiko kematian dini. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidak semua makanan ultra-proses memiliki dampak buruk bagi tubuh.

Makanan Ultra-Proses Mendominasi Pola Makan Modern

Makanan ultra-proses merupakan produk yang biasanya mengandung bahan tambahan, pengawet, pemanis, pewarna, atau zat lain yang tidak lazim digunakan dalam masakan rumahan. Meskipun demikian, beberapa jenis UPF ternyata dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dipilih dengan bijak.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa penting untuk membedakan jenis UPF. Tidak semua produk olahan pabrik sama. Beberapa di antaranya, seperti sereal gandum utuh, roti gandum, atau yogurt rendah lemak, justru mengandung nutrisi yang bermanfaat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tips Memilih Makanan Ultra-Proses yang Lebih Sehat

  • Periksa label nutrisi dan pilih yang rendah gula tambahan, garam, dan lemak jenuh.
  • Pilih produk dengan bahan dasar alami dan sedikit bahan tambahan.
  • Hindari produk yang mengandung pemanis buatan, pewarna, dan pengawet dalam jumlah besar.

Dengan pendekatan yang bijak, konsumen tetap dapat menikmati kemudahan makanan ultra-proses tanpa mengorbankan kesehatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga