Seorang eksekutif senior dari perusahaan kosmetik terkemuka, Estée Lauder, meninggal dunia setelah menjalani prosedur suntik filler. Wakil Presiden Estée Lauder, Kendal Ascher, yang berusia 56 tahun, menghembuskan napas terakhirnya di pelukan pasangannya di apartemen mereka di New York.
Penyebab Kematian
Menurut laporan dari pemeriksa medis, Ascher mengalami gagal napas akut yang disebabkan oleh emboli paru yang berkaitan dengan benda asing. Kondisi ini terjadi setelah ia menerima suntikan filler kosmetik. Emboli paru adalah kondisi di mana arteri di paru-paru tersumbat, biasanya oleh bekuan darah atau dalam kasus ini, oleh bahan filler yang masuk ke aliran darah.
Kronologi Kejadian
Sebelum meninggal, Ascher sempat mengeluhkan gejala pusing dan lemas. Ia kemudian langsung tidak sadarkan diri dan meninggal dalam pelukan pasangannya. Kejadian tragis ini menunjukkan risiko serius yang dapat timbul dari prosedur kosmetik yang tampaknya sederhana.
Risiko Suntik Filler
Suntik filler memang populer untuk mengurangi tanda-tanda penuaan, tetapi tidak bebas risiko. Komplikasi seperti emboli paru, meskipun jarang, dapat berakibat fatal. Para ahli menyarankan agar prosedur ini hanya dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman dan di fasilitas yang memadai.
Kematian Ascher menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran akan risiko prosedur kosmetik. Keluarga dan rekan kerja di Estée Lauder berduka atas kepergiannya. Perusahaan belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden ini.



