Seorang perempuan berinisial NKS (38), warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, meninggal dunia dengan diagnosis suspek rabies. Ia sempat menjalani perawatan di RSU Negara sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Kronologi Kejadian
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSU Negara, dr Gusti Ngurah Putu Adnyana, menjelaskan bahwa pasien datang ke IGD pada Sabtu (23/5/2026) dengan keluhan utama takut air (hidrofobia), sensitif terhadap hembusan angin (aerofobia), dan sesak napas. Kondisi ini merupakan gejala khas yang sering ditemukan pada kasus rabies.
Riwayat Gigitan Kucing
Berdasarkan keterangan keluarga, NKS pernah digigit kucing sekitar satu bulan sebelum munculnya gejala. Namun, luka gigitan tersebut tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai. Pasien juga tidak menerima vaksin antirabies (VAR) setelah kejadian gigitan. Ketiadaan penanganan dini inilah yang menjadi faktor utama fatalnya kasus ini.
Diagnosis Medis
Tim medis RSU Negara mendiagnosis pasien mengalami peradangan otak (ensefalitis) yang disertai gejala hidrofobia dan aerofobia. Kedua gejala ini merupakan indikator kuat rabies pada manusia. Meskipun telah diberikan perawatan intensif, kondisi pasien terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penanganan segera terhadap gigitan hewan penular rabies. Masyarakat diimbau untuk segera mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun, serta segera mendapatkan vaksin antirabies di fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah risiko fatal.



