Studi Ungkap Penyebab Lonjakan Kanker Usia Dini pada Milenial dan Gen Z
Studi Ungkap Lonjakan Kanker Usia Dini pada Milenial dan Gen Z

Selama beberapa dekade, kanker selalu diidentikkan sebagai penyakit yang mayoritas menyerang kelompok lanjut usia. Namun, belakangan ini para dokter di seluruh dunia menghadapi fenomena medis yang mengkhawatirkan: lonjakan diagnosis kanker pada pasien berusia 20-an, 30-an, 40-an, hingga awal 50-an, yang dikenal sebagai kanker usia dini.

Faktor Risiko yang Sudah Diketahui

Meskipun faktor-faktor seperti obesitas, pola makan buruk, dan paparan lingkungan kerap dikaitkan dengan tren ini, belum ada satu pun penjelasan tunggal yang dianggap sepenuhnya akurat. Kini, sebuah studi besar terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Washington University School of Medicine di St. Louis (WashU Medicine) berhasil mengungkap babak baru.

Temuan Utama: Percepatan Penuaan Biologis

Studi yang dipublikasikan di jurnal eBioMedicine pada April 2025 ini menemukan bahwa percepatan penuaan biologis menjadi faktor utama di balik meningkatnya kasus kanker pada generasi muda. Penelitian tersebut menganalisis data dari lebih 148.000 partisipan dalam UK Biobank, dengan rentang usia 37 hingga 54 tahun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Kami menemukan bahwa individu yang lahir setelah tahun 1965 memiliki risiko percepatan penuaan biologis yang 17 persen lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya,” ungkap Ruiyi Tian, MPH, kandidat doktor di WashU Medicine dan penulis pertama studi tersebut.

Hubungan dengan Risiko Kanker

Percepatan penuaan biologis ini secara signifikan meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Peneliti mengidentifikasi bahwa setiap peningkatan satu unit dalam percepatan penuaan biologis dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru sebesar 42 persen, kanker perut sebesar 22 persen, kanker usus besar sebesar 36 persen, dan kanker serviks sebesar 36 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa penuaan biologis yang lebih cepat dapat menjadi biomarker penting untuk deteksi dini kanker pada populasi yang lebih muda. “Jika kita dapat mengidentifikasi individu dengan percepatan penuaan biologis, kita dapat melakukan intervensi lebih awal untuk mencegah atau mendeteksi kanker pada tahap yang lebih dapat diobati,” tambah Tian.

Implikasi untuk Pencegahan dan Deteksi Dini

Studi ini membuka jalan bagi pendekatan baru dalam pencegahan kanker yang berfokus pada penuaan biologis, bukan hanya usia kronologis. Para peneliti menekankan pentingnya gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, dan menghindari paparan racun lingkungan, untuk memperlambat proses penuaan biologis.

“Kanker usia dini bukan lagi sekadar anomali, melainkan sebuah tren yang perlu ditangani secara serius,” kata Dr. Yin Cao, peneliti senior dan profesor di WashU Medicine. “Dengan memahami mekanisme di balik percepatan penuaan biologis, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mengurangi beban kanker pada generasi mendatang.”

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga