Polri Beri 664.975 Layanan Kesehatan Gratis, Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh
Polri Beri 664.975 Layanan Kesehatan Gratis, Luncurkan Kartu Buruh

Polri mencatat telah memberikan 664.975 layanan kesehatan kepada masyarakat selama pelaksanaan Bakti Kesehatan 2026 yang berlangsung sejak 1 Juni. Program tersebut menyasar masyarakat umum hingga kalangan buruh melalui berbagai layanan kesehatan gratis. Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri puncak Bakti Kesehatan Polri 2026 di Lapangan Sepolwan Lemdiklat Polri, Selasa (23/6/2026).

Rangkaian Layanan Kesehatan Gratis

"Hari ini kami bersama seluruh jajaran di Indonesia secara serentak melaksanakan puncak kegiatan Bakti Kesehatan tahun 2026," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Menurut dia, kegiatan berlangsung selama satu bulan, mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan. Hingga pelaksanaan puncak kegiatan, tercatat sebanyak 664.975 layanan kesehatan telah diberikan.

"Layanan itu meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum, pemeriksaan gigi, pelayanan dokter spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, bedah minor, donor darah, pemeriksaan laboratorium, khitan massal, pembagian vitamin dan paket imunitas, pemeriksaan stunting, pelayanan KB dan KIA, pemberian kacamata gratis, pemeriksaan serta pengobatan tuberkulosis (TBC), hingga pemberian alat bantu disabilitas," papar Listyo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh dan Peresmian RS

Sekitar 8.000 peserta menghadiri puncak kegiatan tersebut dan seluruh rangkaian pelayanan akan dituntaskan hingga akhir program. Dalam kesempatan itu, Polri juga meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh. Kartu tersebut diperuntukkan bagi buruh untuk memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan di seluruh rumah sakit Polri. "Ini merupakan bagian dari bentuk komitmen dan kerja sama untuk membantu memberikan layanan kesehatan bagi rekan-rekan buruh di seluruh Indonesia," ucap Listyo.

Selain itu, Listyo meresmikan Rumah Sakit Bhayangkara di Jombang. Menurutnya, fasilitas kesehatan tersebut dibangun untuk melayani masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi anggota Polri. "Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, khususnya di bidang kesehatan, baik bagi masyarakat maupun anggota agar kondisi kesehatannya selalu prima dalam melaksanakan tugas sehari-hari," tandas dia.

Imbauan Menteri Kesehatan

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi tubuh. Menurut dia, stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Ia menyebut sekitar 750 ribu kematian setiap tahun akibat stroke, jantung, dan penyakit ginjal sebenarnya dapat dicegah bila masyarakat rutin mengikuti program cek kesehatan gratis.

"Ada empat yang penting dicek, yaitu tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan obesitas," ucap Budi. Dia mengingatkan masyarakat tidak menganggap remeh tekanan darah, gula darah maupun kolesterol yang tinggi karena dapat memicu stroke, serangan jantung hingga gagal ginjal. "Kalau hasilnya tinggi, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan," jelas Budi.

Apresiasi dari Presiden KSPSI

Sementara itu, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengapresiasi perhatian Polri kepada kalangan buruh. Menurutnya, sinergi melalui Desk Ketenagakerjaan maupun peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sangat membantu pekerja. "Ini sangat membantu buruh, apalagi dalam situasi kesulitan ekonomi yang di depan mata mengancam badai PHK," kata Andi Gani.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga