BGN Ungkap Menu MBG Pemicu Gangguan Pencernaan pada Anak: Soto hingga Ayam Bakar
Badan Gizi Nasional (BGN) memaparkan temuan terkait jenis-jenis makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan pada anak-anak. Melalui evaluasi tim investigasi pemantauan dan pengawasan, BGN mengidentifikasi beberapa menu yang sering dikaitkan dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, hingga diare.
Menu Berisiko Tinggi dan Penyebabnya
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa soto menjadi salah satu penyebab utama sakit perut dan diare. Hal ini disebabkan oleh kondimen mentah seperti kol, seledri, dan tauge, serta penyajian dengan air kuah yang sudah dingin. Saat kuah dingin disiram ke kondimen, berpotensi tercemar bakteri E. coli, yang dapat langsung memengaruhi anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Menu lain yang mudah basi dan memicu gangguan pencernaan meliputi:
- Nasi kuning
- Nasi uduk
- Nasi goreng
Berbagai jenis mi, terutama mi goreng yang langsung dicampur dengan sayuran saat dimasak, juga termasuk dalam daftar risiko. Proses ini dapat meningkatkan peluang kontaminasi jika tidak ditangani dengan benar.
Ayam Suwir dan Ayam Bakar: Kontaminasi dari Bahan dan Proses
Nanik menekankan bahwa ayam suwir sering menjadi penyebab tertinggi keracunan makanan. Risiko ini muncul karena penggunaan ayam nomor dua atau tiga yang kurang segar, serta proses menyuwir yang dilakukan tanpa sarung tangan sejak sore hari untuk mengejar waktu, sehingga meningkatkan kontaminasi.
Selain itu, ayam bakar dan ikan barbeque juga dapat menyebabkan mual dan muntah pada anak. Pembakaran yang tidak menggunakan oven besar, melainkan alat torch untuk karamelisasi, seringkali tidak mencapai kematangan sempurna di bagian dalam daging.
Makanan Bersaus dan Rekomendasi BGN
Makanan yang menggunakan berbagai saus juga berisiko, terutama jika dimasak kurang matang dan dikonsumsi lebih dari 12 jam setelah dimasak, bahkan sering dibawa pulang oleh anak. Dari temuan ini, BGN tidak merekomendasikan jenis-jenis makanan tersebut untuk menu MBG anak-anak, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki juru masak yang andal dan benar-benar memahami tata cara memasak yang aman dan higienis.
Pemaparan ini disampaikan Nanik melalui akun Instagram pribadinya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan dalam program MBG, yang bertujuan mendukung gizi anak namun harus diimbangi dengan standar pengolahan yang ketat.



