Bocah Tasikmalaya Habiskan 50 Vial Antibisa Usai Dipatuk Ular Weling Saat Tidur
Bocah Tasikmalaya Habiskan 50 Vial Antibisa Usai Dipatuk Ular

Bocah Tasikmalaya Habiskan 50 Vial Antibisa Usai Dipatuk Ular Weling Saat Tidur

Seorang anak berusia 12 tahun asal Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami kejadian mengerikan setelah dipatuk ular weling. Insiden ini terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, saat korban tidur di lantai rumah bersama ibunya, hanya beralaskan tikar di ruang tengah.

Menurut keterangan ibu kandung korban, Siti Hindun, anaknya awalnya menyangka ular tersebut sebagai mainan. "Tidurnya di rumah bersama saya, tidur di ruangan tengah, tidak di ranjang. Kemudian dia bilang, mah ada ular. Dipegang, karena dikiranya mainan," ujarnya di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa, seperti dilansir dari sumber berita.

Penanganan Medis yang Intensif dan Langka

Anak pasangan Andis Kuswara dan Siti Hindun itu dipatuk di bagian tangan kanannya. Meski awalnya tidak mengeluhkan sakit, orang tuanya membawanya ke tabib kampung sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Di RSUD KHZ Musthafa, pasien langsung ditangani oleh tim dokter spesialis, termasuk ahli toksinologi dari Jawa Barat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi pasien memburuk hingga mengalami gagal napas, sehingga terpaksa dipasang ventilator. Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr Eli Hendalia, menyatakan bahwa kasus ini tergolong langka karena pasien telah menghabiskan 50 vial antibisa. "Kami rumah sakit terus berupaya selamatkan pasien. Kami bolak balik juga ke Bandung untuk anti venomnya. Malahan karena ini kasusnya terbilang jarang, dari ahli toksin juga datang. Ini pasien sudah habiskan 50 vial anti venom," jelasnya.

Hingga Selasa, 7 April 2026, pasien telah dirawat di ruang ICU selama 10 hari. Pihak rumah sakit memastikan penanganan dilakukan dengan cepat dan tepat, meski menghadapi tantangan dalam penyediaan antibisa yang cukup.

Kesadaran akan Bahaya Ular di Lingkungan Rumah

Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan ular, terutama di daerah pedesaan seperti Tasikmalaya. Ular weling dikenal sebagai spesies berbisa tinggi yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani segera.

Para ahli menekankan bahwa korban gigitan ular harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai, tanpa menunda dengan pengobatan tradisional. Kasus ini juga mengingatkan masyarakat akan perlunya edukasi tentang identifikasi ular berbahaya dan langkah-langkah pencegahan di rumah.

Dengan penanganan intensif, diharapkan pasien dapat pulih sepenuhnya. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak tentang urgensi respons cepat dalam situasi darurat kesehatan akibat gigitan hewan berbisa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga