Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof Taruna Ikrar, baru saja menerima penugasan akademik sebagai Adjunct Professor bidang Advanced Cell Gene Therapy Pharmacology dari UTM Space di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pidato mengenai masa depan pengobatan yang revolusioner.
Pentingnya Farmakologi dalam Menyelamatkan Nyawa
Dalam pidatonya, Taruna menekankan betapa pentingnya farmakologi dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia. Ia menyebut bahwa perkembangan dunia kedokteran saat ini merupakan salah satu revolusi kemanusiaan paling menarik di era modern.
"Setiap obat yang Anda minum, mulai dari obat demam sederhana hingga pengobatan kanker canggih, ada karena seseorang, di suatu tempat, percaya bahwa penderitaan manusia tidak boleh diterima sebagai sesuatu yang permanen," ujar Taruna dalam keterangan resminya pada Rabu (27/5/2026).
Kisah Emily Whitehead: Terapi CAR-T yang Sukses
Taruna kemudian membagikan kisah seorang anak perempuan di Amerika Serikat bernama Emily Whitehead. Emily didiagnosis menderita leukemia agresif pada tahun 2012. Berbagai pengobatan konvensional, termasuk kemoterapi, gagal menyembuhkannya.
Dokter kemudian menawarkan satu pengobatan eksperimental terakhir. Para ilmuwan mengambil sel imun Emily sendiri dan memprogram ulang secara genetik di laboratorium agar sel-sel tersebut dapat mengenali dan menyerang sel kanker. Sel-sel itu kemudian dikembalikan ke tubuhnya. Dengan kata lain, sistem imunnya sendiri diajari cara melawan kanker.
"Emily menjadi anak pertama dalam sejarah yang menerima terapi sel CAR-T. Dan sekarang, lebih dari sepuluh tahun kemudian, Emily tetap bebas kanker. Pikirkan sejenak tentang itu," katanya.
Masa Depan Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Obat
Lebih lanjut, Taruna menilai bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan pengembangan obat akan terus menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas hidup manusia di masa depan. Ia optimis inovasi seperti terapi gen dan sel akan semakin berkembang.
Kehadiran Tokoh Penting
Dalam forum tersebut, turut hadir Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriansyah Noor, Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Andi Rudi Latif, serta sejumlah pemangku kepentingan dari sektor akademik dan pemerintahan. Selain itu, hadir pula Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM RI Ny. Elfi Taruna Ikrar, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM William Adi Teja, serta jajaran dan perwakilan keluarga besar BPOM RI.



