Talenan kayu kerap menjadi pilihan utama di dapur untuk memotong daging maupun sayuran. Apalagi momen Idul Adha yang membuat stok daging kurban mentah seperti kambing dan sapi jadi melimpah. Namun, sifat material kayu yang berpori sering kali memicu pertanyaan: amankah talenan kayu digunakan untuk memotong daging mentah?
Melansir Southern Living, dua pakar keamanan pangan, Lisa Robinson dari Ecolab dan Britanny Saunier dari Partnership for Food Safety Education, memberikan penjelasannya terkait risiko dan cara aman menggunakan talenan kayu.
Risiko Bakteri pada Pori-pori Kayu
Menurut para ahli, talenan kayu sebenarnya tetap bisa digunakan untuk memotong daging mentah maupun bahan makanan segar lainnya. Namun, risiko utama terletak pada pori-pori kayu yang dapat menjadi tempat bersembunyi bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar. Bakteri seperti Salmonella dan E. coli dapat bertahan hidup di celah-celah kayu dan berpindah ke makanan lain.
Cara Aman Menggunakan Talenan Kayu
Untuk meminimalkan risiko, para pakar merekomendasikan beberapa langkah penting. Pertama, selalu gunakan talenan terpisah untuk daging mentah dan bahan makanan yang sudah matang atau siap santap. Kedua, bersihkan talenan segera setelah digunakan dengan air panas dan sabun, lalu keringkan dengan sempurna. Ketiga, lakukan perawatan rutin dengan mengoleskan minyak mineral khusus untuk talenan kayu agar pori-pori tetap tertutup dan mencegah penyerapan cairan daging.
Selain itu, talenan kayu yang sudah memiliki goresan dalam atau retakan sebaiknya segera diganti karena area tersebut sulit dibersihkan dan berpotensi menjadi sarang bakteri. Dengan perawatan yang tepat, talenan kayu tetap aman digunakan dan bahkan memiliki keunggulan alami dalam membunuh bakteri tertentu dibandingkan talenan plastik.
Baca juga: Cara Membersihkan Wajan Berkerak Sisa Olahan Daging Kurban



