Kemensos dan BNN Banda Aceh Sinkronkan Data untuk Bantuan Tepat Sasaran
Kemensos-BNN Sinkronkan Data Bantuan Eks Napza

Kemensos dan BNN Banda Aceh Perkuat Koordinasi untuk Bantuan Sosial Eks Penyalahguna Napza

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Darussa'adah Aceh Besar telah menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh untuk menyelaraskan data penerima manfaat eks penyalahguna Napza. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran dan tidak salah alamat.

Koordinasi Intensif di Kantor BNN

Pertemuan koordinasi berlangsung di Kantor BNN Kota Banda Aceh pada Rabu, 15 April 2026. Dalam kesempatan ini, Kepala Pokja Eks Napza dan HIV Sentra Darussa'adah, Farhan Fathur, menegaskan pentingnya validitas data dalam menentukan kelayakan penerima bantuan. Ia menjelaskan bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi acuan utama, namun perlu diperkaya dengan data dari BNN terkait penerima pascarehabilitasi dan program pemberdayaan.

"Data yang lebih lengkap membantu memastikan bantuan tidak salah sasaran," ujar Farhan dalam keterangan tertulis. Ia menambahkan bahwa proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk menghindari penyimpangan. Sebagai contoh, dalam salah satu kasus, dari lima calon penerima bantuan modal usaha yang diajukan, hanya satu orang yang dinyatakan layak setelah melalui verifikasi mendalam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Verifikasi dan Penilaian Menyeluruh

Farhan menekankan bahwa kasus tersebut menunjukkan betapa krusialnya penyelarasan data dan penilaian menyeluruh sebelum bantuan disalurkan. "Ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk memastikan dana publik digunakan secara optimal," katanya. Proses ini melibatkan pertimbangan berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi, status rehabilitasi, dan kesiapan penerima untuk menjalani program pemberdayaan.

Sementara itu, Katim Pemberantasan BNN Kota Banda Aceh, Ridha Firdaus, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan informasi terkait program ATENSI dari Kemensos. Ia menyatakan komitmen BNN untuk berkoordinasi lebih lanjut mengenai eks napza yang terdata di BNN Kota Banda Aceh dan telah kembali ke masyarakat.

Rencana Tindak Lanjut dan Kolaborasi Berkelanjutan

Ridha menambahkan, "Ke depan, kita akan berkoordinasi terkait eks napza yang terdata di BNN Kota Banda Aceh yang telah kembali ke masyarakat, termasuk beberapa di antaranya yang saat ini sedang mengikuti pelatihan di BLK Kemenaker Aceh." Pertemuan ini juga membahas secara detail kriteria penerima bantuan, mekanisme verifikasi, serta pertukaran informasi kondisi lapangan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti koordinasi ini melalui:

  • Pertukaran data secara berkala antara Kemensos dan BNN.
  • Komunikasi berkelanjutan untuk memantau perkembangan penerima bantuan.
  • Fokus khusus pada wilayah Kota Banda Aceh untuk memaksimalkan dampak program.

Dengan langkah ini, diharapkan bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran, mendukung reintegrasi sosial eks penyalahguna Napza, dan mengurangi risiko penyalahgunaan dana. Kolaborasi antara Kemensos dan BNN ini menjadi contoh positif dalam upaya penanganan masalah narkoba secara komprehensif di tingkat daerah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga