Geliat Pabrik Tempe di Kramat Jati Suplai Kebutuhan Dapur MBG
Geliat Pabrik Tempe di Kramat Jati Suplai MBG

Pabrik tempe di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, kini semakin bergeliat. Pasalnya, permintaan akan tempe meningkat drastis setelah menjadi salah satu bahan baku utama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Para perajin tempe di sana mengaku kebanjiran order, terutama dari dapur-dapur MBG yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.

Produksi Meningkat Hingga Dua Kali Lipat

Sejak program MBG berjalan, pabrik tempe di Kramat Jati mencatatkan kenaikan produksi hingga dua kali lipat. Jika sebelumnya mereka memproduksi sekitar 500 kilogram kedelai per hari, kini mencapai lebih dari 1 ton. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pemilik pabrik, Sutrisno, yang sudah menekuni usaha tempe selama 20 tahun.

"Biasanya kami produksi untuk pasar tradisional dan beberapa rumah makan. Sekarang ada tambahan pesanan dari dapur MBG, jadi kami harus nambah karyawan dan waktu produksi," ujar Sutrisno saat ditemui di lokasi, Sabtu (26/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Positif bagi UMKM Lokal

Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru. Pabrik-pabrik kecil di Kramat Jati kini mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja, mulai dari perendaman kedelai, pengupasan, perebusan, hingga pengemasan. Selain itu, para petani kedelai lokal juga diuntungkan karena permintaan bahan baku meningkat.

"Kami bersyukur program ini bisa menghidupkan kembali usaha tempe. Dulu sempat sepi karena pandemi, sekarang kembali ramai," tambah Sutrisno.

Tantangan dan Harapan

Meski produksi meningkat, para perajin tempe menghadapi beberapa tantangan, seperti fluktuasi harga kedelai dan keterbatasan alat produksi. Namun, mereka optimistis dapat memenuhi permintaan dengan dukungan dari pemerintah setempat.

"Harapan kami, program MBG terus berjalan dan melibatkan lebih banyak UMKM. Kami siap memenuhi kebutuhan dapur MBG dengan kualitas terbaik," pungkas Sutrisno.

Dengan adanya program MBG, pabrik tempe di Kramat Jati menjadi salah satu contoh bagaimana program pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga