Cak Imin Pastikan Pasien Kronis Terlindungi JKN, Anggaran Rp48,6 Triliun Disiapkan
Cak Imin Pastikan Pasien Kronis Terlindungi JKN

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, meninjau langsung pelayanan pasien cuci darah di RSUD Cengkareng serta Kantor BPJS Kesehatan di Jakarta pada Rabu (1/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pasien penyakit kronis tetap terlindungi oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Komitmen Pemerintah untuk Pelayanan Katastropik

Cak Imin mendorong agar pasien tetap memperoleh perlindungan dan akses layanan kesehatan yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kelancaran pelayanan, terutama untuk penyakit katastropik seperti cuci darah. "Pada dasarnya kita semua, pemerintah, kami, terus ingin memastikan bahwa bentuk pelayanan, terutama pelayanan jenis katastropik, khususnya cuci darah ini, berjalan dengan lancar karena tidak ada penundaan di dalam pelaksanaannya. Karena sekali penundaan akan berakibat fatal buat semua pihak," ujar Muhaimin dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Muhaimin menjelaskan bahwa program JKN merupakan bentuk gotong royong seluruh masyarakat Indonesia. Melalui mekanisme ini, peserta saling membantu sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan berbiaya tinggi dapat memperoleh layanan tanpa terbebani biaya pengobatan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Anggaran Besar untuk Kesehatan Masyarakat

Pemerintah setiap tahun mengalokasikan anggaran sebesar Rp 48,6 triliun untuk membiayai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN). Anggaran ini ditambah sekitar Rp4 triliun dari pemerintah daerah. Dari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp22,2 triliun digunakan khusus untuk membiayai pelayanan penyakit katastropik seperti gagal ginjal, penyakit jantung, kanker, dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan tambahan dukungan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk menjaga keberlanjutan Program JKN dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh peserta. "Yang paling penting, kita akan berusaha sebisa mungkin meningkatkan kepesertaan ini dengan partisipasi seluruh masyarakat dengan sungguh-sungguh," jelas Muhaimin.

Tinjauan Langsung dan Dialog dengan Pasien

Dalam kunjungannya di RSUD Cengkareng, Muhaimin turut memastikan pelayanan kepada pasien berjalan optimal. Ia berdialog dengan tenaga kesehatan dan pasien guna memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan layanan di lapangan sekaligus menyerap berbagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan.

Melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, Kemenko PM berkomitmen memastikan seluruh kebijakan perlindungan sosial berjalan selaras dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah juga akan terus memastikan pasien penyakit kronis, khususnya dari kelompok miskin dan rentan, memperoleh hak atas layanan kesehatan berkualitas, berkelanjutan, dan tanpa hambatan melalui Program JKN.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga