Tim teknis dari Institut Malbran Argentina akan berangkat ke kota Ushuaia, Argentina bagian selatan untuk melakukan operasi penangkapan dan analisis tikus di area yang terkait dengan dugaan kasus hantavirus di kapal MV Hondius. Kementerian Kesehatan Argentina menyatakan langkah ini sebagai tindakan pencegahan dan menambahkan bahwa tidak ada kasus hantavirus yang tercatat di Provinsi Tierra del Fuego sejak pelaporan wajib dimulai pada 1996. Kementerian tersebut juga menyebutkan bahwa virus yang terdeteksi di MV Hondius sesuai dengan strain Andes dari hantavirus. Argentina berencana mengirimkan RNA virus Andes ke Spanyol, Senegal, Afrika Selatan, Belanda, dan Inggris untuk memungkinkan 2.500 tes diagnostik.
Pasangan Belanda Meninggal Akibat Hantavirus
Kementerian Kesehatan Argentina menyatakan bahwa pasangan Belanda yang meninggal akibat hantavirus telah berada di Chile dan Uruguay sebelum naik kapal MV Hondius di Ushuaia, Argentina. Sang suami meninggal di kapal pada 11 April 2026 dan jenazahnya diturunkan di Saint Helena, sementara istrinya yang merasa tidak sehat juga turun dari kapal di Saint Helena, lalu dievakuasi ke rumah sakit di Johannesburg sebelum akhirnya meninggal. Pasangan tersebut tiba di Argentina pada 27 November 2025, kemudian bepergian ke Chile dan Uruguay sebelum kembali ke Argentina pada 27 Maret 2026 untuk naik MV Hondius pada 1 April 2026.
Isolasi Mandiri di Inggris
UK Health Security Agency (UKHSA) menyatakan tidak ada warga negara Inggris di kapal pesiar mewah tersebut yang melaporkan gejala hantavirus. Namun, dua orang yang kembali ke Inggris telah disarankan untuk isolasi mandiri. UKHSA mengonfirmasi bahwa ada satu warga negara Inggris yang termasuk di antara tiga orang dengan dugaan hantavirus yang telah dievakuasi dari Hondius untuk menerima perawatan medis di Belanda. Badan tersebut juga mengatakan dari warga negara Inggris yang tersisa di kapal, tidak ada yang saat ini melaporkan gejala, tetapi mereka dipantau ketat. UKHSA menyatakan para penumpang dapat dipulangkan setelah kapal berlabuh di tujuan berikutnya, dengan syarat mereka tidak memiliki gejala.
Pemeriksaan Pencegahan di Jerman
Di Jerman, seseorang yang diduga berkaitan dengan kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius dibawa ke Düsseldorf untuk pemeriksaan pencegahan. Rumah Sakit Universitas Düsseldorf mengonfirmasi bahwa pemindahan akan dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Düsseldorf pada Rabu (06/05) malam waktu setempat. Rumah sakit itu menyatakan individu tersebut adalah kontak tanpa gejala dan tidak ada infeksi yang terkonfirmasi. Proses tersebut dilakukan murni sebagai tindakan pencegahan untuk penilaian klinis dan pengujian penyakit menular. Orang tersebut dibawa oleh tim darurat khusus dari bandara di Belanda, dengan laporan menunjukkan kedatangannya melalui Bandara Amsterdam Schiphol. Sebuah pesawat yang membawa setidaknya dua pasien lepas landas dari Praia, ibu kota Cape Verde, sekitar pukul 11 pagi waktu setempat. Laporan sebelumnya dari surat kabar Bild menyebutkan individu yang menuju Düsseldorf, yang tidak menunjukkan gejala, adalah seorang perempuan. Dua pasien lainnya adalah awak kapal yang sudah menunjukkan tanda-tanda sakit.
WHO: Risiko Hantavirus Tetap Rendah
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah hantavirus mematikan di kapal pesiar tidak menyerupai awal pandemi COVID-19. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada AFP pada Rabu (06/05) bahwa risiko bagi dunia luas terbilang rendah dan menepis perbandingan dengan krisis awal COVID. MV Hondius menjadi pusat peringatan internasional sejak WHO diberitahu bahwa tiga penumpang telah meninggal di tengah dugaan infeksi hantavirus. Penyakit langka ini biasanya ditularkan oleh tikus, meskipun strain Andes, yang kini terkonfirmasi dalam beberapa kasus, dapat menular antar manusia melalui kontak dekat. Para ahli menekankan bahwa penularan semacam itu tetap jarang terjadi dan biasanya membutuhkan paparan dekat yang berkepanjangan. Andrew Pollard dari Universitas Oxford mengatakan kepada kantor berita PA News dan DPA bahwa risiko penyebaran lebih luas pada dasarnya nol, sambil mencatat virus ini jarang menular antar-manusia dan dapat dikendalikan melalui langkah-langkah isolasi dan karantina.
CDC: Risiko Rendah, Koordinasi Domestik dan Internasional
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan pihaknya memantau ketat penumpang berpaspor AS di kapal MV Hondius. Namun, mereka juga menambahkan bahwa wabah hantavirus ini menimbulkan risiko sangat rendah bagi masyarakat luas. Direktur CDC Dr. Jay Bhattacharya mengatakan, tim CDC mulai berkoordinasi dengan mitra domestik dan internasional segera setelah diberitahu tentang situasi hantavirus. CDC memberikan panduan kesehatan tertulis yang jelas kepada penumpang Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri. Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa warga di tiga negara bagian AS sedang dipantau terkait hantavirus, meskipun tidak ada yang menunjukkan gejala sakit. CDC menegaskan bahwa hantavirus tidak ditularkan oleh orang tanpa gejala, penularan membutuhkan kontak dekat, dan risiko bagi publik Amerika Serikat sangat rendah.
Gejala Awal Hantavirus
Infeksi hantavirus biasanya dimulai dengan gejala mirip flu, meskipun tingkat keparahannya bervariasi tergantung pada jenis virusnya. Gejala awal biasanya mencakup demam tinggi yang berlangsung selama tiga hingga empat hari, disertai sakit kepala, nyeri perut, dan nyeri punggung, sementara beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. Di Eropa dan Asia, infeksi dapat berkembang menjadi demam berdarah dengan sindrom ginjal, yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah dan gangguan fungsi ginjal, yang terkadang berujung pada gagal ginjal akut. Tingkat kematian berkisar antara kurang dari 1% hingga sekitar 15%, tergantung pada jenis virusnya. Di Amerika Utara dan Selatan, hantavirus dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus, di mana cairan menumpuk di paru-paru, tekanan darah turun, dan kesulitan bernapas yang parah terjadi. Bentuk ini lebih berbahaya, dengan tingkat kematian sekitar 30% hingga 40%.



