Alergi susu sapi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan pada anak-anak di Indonesia. Dokter spesialis anak RS UNS, Aisya Fikritama Aditya, mengungkapkan bahwa angka kejadian alergi susu sapi di tanah air tergolong tinggi. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada 30 April 2026, ia menyebutkan bahwa prevalensi alergi susu sapi pada bayi mencapai 7,5 persen.
Penyebab Alergi Susu Sapi pada Anak
Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak bereaksi berlebihan terhadap protein yang terkandung dalam susu sapi. Reaksi ini dapat dipicu oleh konsumsi susu sapi atau produk olahannya, seperti keju, yogurt, dan mentega. Pada beberapa kasus, anak yang masih menyusui juga bisa mengalami alergi jika ibu mengonsumsi produk susu sapi, karena protein susu dapat masuk ke dalam ASI.
Faktor genetik turut berperan dalam meningkatkan risiko alergi. Anak yang memiliki orangtua atau saudara kandung dengan riwayat alergi, asma, atau eksim lebih rentan mengalami alergi susu sapi. Sistem pencernaan bayi yang belum matang juga membuat protein susu lebih mudah masuk ke aliran darah dan memicu reaksi alergi.
Gejala Klinis Alergi Susu Sapi
Gejala alergi susu sapi pada anak dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Gejala biasanya muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah konsumsi susu sapi. Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi:
- Gangguan pencernaan: muntah, diare, sembelit, atau kolik (perut kembung dan nyeri).
- Reaksi kulit: ruam merah, gatal-gatal, eksim, atau bengkak pada bibir dan kelopak mata.
- Gangguan pernapasan: hidung tersumbat, bersin-bersin, batuk, atau napas berbunyi (mengi).
- Reaksi sistemik: pada kasus yang jarang, dapat terjadi anafilaksis yang ditandai dengan sesak napas berat, penurunan tekanan darah, dan kehilangan kesadaran.
Penting bagi orangtua untuk mengenali gejala-gejala ini agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Jika anak menunjukkan gejala setelah mengonsumsi susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Penanganan Alergi Susu Sapi
Penanganan utama alergi susu sapi adalah dengan menghindari konsumsi susu sapi dan produk turunannya. Dokter biasanya akan merekomendasikan susu formula khusus yang berbasis protein terhidrolisis atau asam amino untuk bayi yang alergi. Pada anak yang lebih besar, perlu diperhatikan label makanan untuk memastikan tidak mengandung bahan dari susu sapi. Jika terjadi reaksi alergi berat, obat antihistamin atau epinefrin mungkin diperlukan sesuai petunjuk dokter.
Kesadaran orangtua terhadap kondisi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal. Dengan penanganan yang tepat, anak dengan alergi susu sapi dapat menjalani kehidupan yang sehat dan normal.



