Kompas.com - Anggapan bahwa pemilik golongan darah O lebih berisiko mengalami kolesterol tinggi masih kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Namun, apakah klaim tersebut benar secara medis? Pertanyaan ini penting untuk dijawab agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Penjelasan Dokter IPB
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) University, dr Christy Efiyanti, memberikan penjelasan mengenai hal ini. Menurutnya, hingga kini belum ada kesimpulan ilmiah yang benar-benar memastikan adanya hubungan antara golongan darah dan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian terkait golongan darah A, B, dan O yang sering dikaitkan dengan kolesterol memang sudah ada sejak belasan tahun lalu, namun hasilnya masih belum konsisten.
Penelitian yang Ada
Beberapa studi menunjukkan adanya korelasi antara golongan darah tertentu dengan profil lipid, tetapi penelitian lain tidak menemukan hubungan yang signifikan. Faktor risiko utama kolesterol tinggi tetap terkait dengan pola makan, gaya hidup, genetik, dan kondisi medis lainnya, bukan semata-mata golongan darah.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada mitos yang belum terbukti secara ilmiah. Jika memiliki kekhawatiran tentang kadar kolesterol, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan secara rutin.



