Benarkah Deodoran Sebabkan Kanker Payudara? Ini Faktanya
Benarkah Deodoran Sebabkan Kanker Payudara?

Sebuah unggahan di media sosial Instagram menyebutkan bahwa penggunaan deodoran dapat menyebabkan kanker payudara. Klaim tersebut mengaitkan kandungan aluminium dalam deodoran yang dioleskan ke kulit sebagai pemicu kanker payudara. Unggahan dari akun @rum******* pada Senin (27/4/2026) bahkan menyertakan pernyataan seorang dokter yang menyarankan wanita untuk menghindari produk mengandung aluminium karena disebut dapat memicu benjolan di sekitar payudara. Unggahan itu juga menyebutkan bahwa setelah penggunaan, ketiak bisa tetap kering hingga lima hari meski tidak mandi.

Fungsi Deodoran dan Kandungan Aluminium

Deodoran selama ini berfungsi untuk mengurangi atau menghilangkan bau badan. Penggunaan deodoran menjadi kebutuhan sehari-hari bagi banyak orang. Namun, kekhawatiran mengenai kandungan aluminium dalam deodoran telah beredar luas di masyarakat. Aluminium memang digunakan dalam beberapa produk antiperspiran untuk mengurangi produksi keringat, namun klaim bahwa zat tersebut menyebabkan kanker payudara masih menjadi perdebatan.

Pendapat Medis tentang Aluminium dan Kanker Payudara

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan aluminium dalam dosis tinggi dapat bersifat toksik, namun belum ada bukti ilmiah yang kuat yang menghubungkan penggunaan deodoran secara langsung dengan peningkatan risiko kanker payudara. Organisasi kesehatan seperti American Cancer Society menyatakan bahwa tidak ada bukti konklusif yang mendukung klaim tersebut. Meskipun demikian, masyarakat disarankan untuk tetap waspada dan memilih produk yang telah teruji keamanannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tips Memilih Deodoran yang Aman

  • Pilih deodoran tanpa aluminium atau dengan label "aluminum-free".
  • Perhatikan kandungan bahan lainnya, seperti paraben dan fragrances yang mungkin menyebabkan iritasi.
  • Konsultasikan dengan dokter jika memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga.

Dengan demikian, klaim bahwa deodoran menyebabkan kanker payudara belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi secara medis dan selalu mencari sumber terpercaya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga