Video Viral Kebakaran Gedung DPRD Makassar Ternyata Kejadian Lama, Bukan April 2026
Video Viral Kebakaran DPRD Makassar Ternyata Kejadian Lama

Video Viral Kebakaran Gedung DPRD Makassar Ternyata Kejadian Lama, Bukan April 2026

Sebuah video yang tersebar luas di berbagai platform media sosial belakangan ini diklaim menampilkan aksi pembakaran gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar oleh massa. Narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi pada awal April 2026, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah insiden tersebut baru saja berlangsung dan sedang hangat diperbincangkan.

Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa aksi pembakaran itu dilakukan sebagai bentuk luapan amarah dan protes keras masyarakat terhadap suatu kebijakan tertentu yang diambil oleh pemerintah. Klaim ini dengan cepat menyebar dan memicu berbagai spekulasi serta komentar panas dari netizen di berbagai kanal digital.

Investigasi Tim Cek Fakta Kompas.com

Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam dan verifikasi fakta oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, terungkap bahwa narasi yang menyertai video tersebut ternyata keliru dan sangat menyesatkan. Investigasi yang cermat membuktikan bahwa kejadian pembakaran yang terekam dalam video itu sebenarnya bukan terjadi pada April 2026 seperti yang diklaim, melainkan telah berlangsung jauh sebelumnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peristiwa sesungguhnya terjadi pada bulan Agustus tahun 2025, yang berarti video tersebut sudah berusia hampir setahun ketika kembali viral dengan narasi yang tidak akurat. Tim Cek Fakta Kompas.com berhasil melacak sumber asli dan konteks sebenarnya dari video tersebut, sehingga dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

Penyebaran Video dan Dampaknya

Video yang diklaim menampilkan gedung DPRD Makassar dibakar oleh massa ini salah satunya dibagikan melalui sebuah akun Facebook pada awal April 2026. Penyebaran konten ini memanfaatkan momentum dan emosi publik, dengan narasi yang sengaja dibuat seolah-olah peristiwa tersebut baru terjadi untuk menarik perhatian dan meningkatkan engagement.

Praktik seperti ini kerap terjadi di era digital, di mana konten lama didaur ulang dan disajikan dengan narasi baru yang sensasional. Hal ini tidak hanya menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu keresahan sosial dan menyebarkan informasi palsu yang dapat merugikan banyak pihak.

Oleh karena itu, penting bagi publik untuk selalu kritis dan memverifikasi kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya lebih lanjut. Mengandalkan sumber berita terpercaya dan lembaga pengecekan fakta seperti Tim Cek Fakta Kompas.com menjadi langkah bijak dalam menghadapi banjir informasi di media sosial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga