Klaim Elon Musk Tanggung Anggaran Makan Bergizi Gratis Ternyata Hoaks
Di tengah ramainya pembahasan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia, muncul narasi menyesatkan di media sosial. Klaim yang beredar menyebutkan bahwa anggaran untuk program tersebut akan ditanggung oleh miliarder terkenal asal Amerika Serikat, Elon Musk. Namun, berdasarkan penelusuran mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi ini terbukti tidak benar dan termasuk dalam kategori informasi palsu atau hoaks.
Asal Muasal Narasi yang Menyesatkan
Narasi hoaks ini pertama kali muncul dan dibagikan melalui sebuah akun Instagram pada tanggal 13 Februari 2026. Postingan tersebut dilengkapi dengan foto Elon Musk yang sedang memegangi dahinya, seolah-olah menandakan kekhawatiran atau keterlibatan dalam isu ini. Teks yang menyertai gambar itu secara eksplisit mengklaim bahwa Elon Musk akan menjadi penanggung jawab keuangan untuk program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan inisiatif pemerintah Indonesia.
Berikut adalah kutipan narasi yang beredar: "Anggaran Makan Bergizi Gratis akan sepenuhnya ditanggung oleh Elon Musk, sang miliarder visioner dari AS. Ini adalah bentuk dukungan global untuk kesehatan anak Indonesia." Pernyataan ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, menimbulkan kebingungan dan harapan palsu di kalangan masyarakat.
Fakta di Balik Klaim yang Tidak Berdasar
Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap narasi ini. Mereka memeriksa sumber-sumber resmi, termasuk pernyataan dari pemerintah Indonesia dan perwakilan Elon Musk. Hasilnya, tidak ada bukti atau konfirmasi apa pun yang mendukung klaim tersebut. Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan dalam negeri yang didanai oleh anggaran negara, dan tidak ada keterlibatan pihak asing seperti Elon Musk dalam pembiayaannya.
Lebih lanjut, analisis menunjukkan bahwa narasi ini kemungkinan besar dibuat untuk menarik perhatian atau menyebarkan misinformasi, mengingat popularitas Elon Musk di dunia maya. Foto yang digunakan dalam postingan juga diambil dari konteks yang berbeda, tidak terkait dengan program MBG sama sekali.
Dampak dan Imbauan untuk Masyarakat
Penyebaran hoaks semacam ini dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain:
- Menyesatkan publik: Masyarakat mungkin percaya pada informasi yang tidak akurat, sehingga mempengaruhi pemahaman mereka tentang kebijakan pemerintah.
- Mengganggu fokus program: Perhatian bisa teralihkan dari tujuan sebenarnya dari Makan Bergizi Gratis, yaitu meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.
- Merusak kredibilitas sumber: Hoaks dapat mengurangi kepercayaan terhadap informasi yang sah dari lembaga resmi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu bersikap kritis dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Mengandalkan sumber berita terpercaya seperti Kompas.com dapat membantu mencegah penyebaran hoaks di era digital ini.
