Sebuah ukiran nama perempuan misterius yang terpahat pada batu sumur kuno berusia hampir 2.000 tahun akhirnya mulai terkuak. Prasasti yang berada di situs Romawi Butrint tersebut telah memicu teka-teki bagi para arkeolog selama hampir satu abad.
Penemuan di Situs Romawi Butrint
Ukiran yang ditulis dalam huruf Yunani bergaya indah sepanjang 2,1 meter itu terletak di atas sumur abad kedua di Butrint, wilayah yang kini masuk dalam negara Albania selatan dekat perbatasan Yunani. Pahatan tersebut jika diterjemahkan berbunyi, "Junia Rufina, sahabat para Nymph (bidadari/peri air)."
Menurut para arkeolog, prasasti ini berasal dari periode Romawi akhir, sekitar abad ke-2 Masehi. Butrint merupakan kota kuno yang pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi dan kini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.
Misteri Selama Hampir Satu Abad
Selama puluhan tahun, para peneliti kebingungan mengartikan makna di balik ukiran tersebut. Nama Junia Rufina tidak tercatat dalam sejarah Romawi, sehingga identitasnya menjadi teka-teki. Namun, penelitian terbaru menggunakan teknologi pemindaian 3D dan analisis epigrafi berhasil mengungkap bahwa Junia Rufina kemungkinan adalah seorang pendeta atau tokoh masyarakat yang dihormati, yang mendedikasikan sumur tersebut untuk para Nymph.
"Ini adalah penemuan yang sangat penting karena memberikan wawasan tentang praktik keagamaan dan kehidupan sosial di Butrint pada masa Romawi," ujar Dr. Elena Kocaqi, arkeolog dari Institut Arkeologi Albania, dalam pernyataannya.
Makna Sumur dan Para Nymph
Sumur-sumur seperti ini sering dianggap sebagai tempat suci yang dihubungkan dengan roh air atau Nymph dalam mitologi Yunani-Romawi. Para Nymph dipercaya sebagai makhluk yang menjaga sumber air, sehingga persembahan sering diberikan kepada mereka. Dengan menyebut dirinya "sahabat para Nymph", Junia Rufina mungkin ingin menunjukkan hubungan dekatnya dengan roh-roh tersebut.
Ukiran sepanjang 2,1 meter ini menunjukkan bahwa sumur tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan juga monumen keagamaan yang penting. Penemuan ini juga membantu para sejarawan memahami lebih baik tentang peran perempuan dalam masyarakat Romawi.
Dampak Penemuan
Penemuan ini tidak hanya memecahkan misteri lama, tetapi juga membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut tentang situs Butrint. Para arkeolog berencana melakukan penggalian tambahan di sekitar sumur untuk mencari artefak lain yang mungkin terkait dengan Junia Rufina atau praktik keagamaan setempat.
Dengan terungkapnya makna ukiran ini, Butrint semakin menjadi destinasi penting bagi wisatawan dan peneliti yang tertarik dengan sejarah Romawi. Prasasti Junia Rufina kini menjadi salah satu daya tarik utama di situs tersebut.



