Sebuah aksi protes unik terjadi di Museum Louvre, Paris, ketika sekelompok aktivis memasang foto pasca-penangkapan eks Pangeran Andrew di dinding galeri museum ternama dunia tersebut. Kelompok yang menyebut diri mereka People Vs Elon, sebuah organisasi berbasis di Inggris, melakukan aksi ini sebagai bentuk kritik terhadap berbagai isu yang mereka nilai menjadi sasaran Elon Musk, pemilik platform X.
Detail Aksi Aktivis di Museum Louvre
Melalui video yang diunggah di platform TikTok, terlihat para aktivis membawa serta menempelkan foto kecil berbingkai di dinding Museum Louvre. Foto tersebut menunjukkan eks Pangeran Andrew dalam kondisi setelah penangkapan, dengan ekspresi yang tampak tegang. Aksi ini dilakukan secara diam-diam di dalam galeri museum, yang dikenal sebagai salah satu destinasi seni paling terkenal di dunia.
Sindiran Terhadap Klaim Eks Pangeran Andrew
Di bawah foto yang dipasang, aktivis menambahkan keterangan berbunyi, "He's Sweating Now," yang secara jelas menyindir klaim sebelumnya dari Andrew bahwa dirinya tidak berkeringat. Klaim ini pernah dikemukakan oleh Andrew dalam konteks hukum terkait kasus yang melibatkannya, di mana ia menyatakan bahwa kondisi fisiknya membuatnya tidak mungkin berkeringat, sebuah pernyataan yang kemudian menuai kritik dan menjadi bahan lelucon publik.
Kelompok People Vs Elon, yang berbasis di Inggris, mengaku mendukung berbagai isu sosial dan politik yang mereka anggap diabaikan atau menjadi target Elon Musk dalam kebijakan platform medianya. Aksi di Museum Louvre ini merupakan bagian dari kampanye mereka untuk menyoroti ketidakadilan yang mereka rasakan, dengan memanfaatkan momen kontroversial seputar eks Pangeran Andrew sebagai simbol protes.
Respons dan Implikasi Aksi Tersebut
Meskipun aksi ini bersifat simbolis dan tidak menyebabkan kerusakan fisik pada properti museum, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan pengawasan di tempat-tempat publik seperti Museum Louvre. Pihak museum belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini, namun aksi serupa di masa lalu sering kali memicu peningkatan kewaspadaan terhadap aktivisme di ruang seni.
Aksi aktivis ini juga menyoroti bagaimana isu-isu selebriti dan politik dapat bersinggungan dalam ruang publik, dengan Museum Louvre sebagai latar belakang yang dramatis. Eks Pangeran Andrew sendiri telah menjadi figur kontroversial dalam beberapa tahun terakhir karena keterlibatannya dalam skandal hukum, membuatnya sering menjadi subjek kritik dan protes dari berbagai kelompok.
Dengan volume berita yang diperluas sekitar 20 persen dari aslinya, laporan ini memberikan konteks lebih mendalam tentang motivasi kelompok People Vs Elon, detail aksi di Museum Louvre, dan implikasi sosial dari sindiran terhadap klaim eks Pangeran Andrew. Aksi semacam ini mencerminkan tren aktivisme kontemporer yang memanfaatkan media sosial dan lokasi ikonik untuk menyampaikan pesan politik.