Wardatina Mawa Tolak Permintaan Maaf Inara Rusli Lewat Chat, Minta Langsung
Wardatina Mawa Tolak Permintaan Maaf Inara Rusli Lewat Chat

Wardatina Mawa Tegaskan Permintaan Maaf Inara Rusli Harus Dilakukan Secara Langsung, Bukan Lewat Chat

Selebgram Wardatina Mawa dengan tegas menolak permintaan maaf yang disampaikan oleh Inara Rusli melalui pesan chat atau direct message (DM) di media sosial. Ia menantang Inara untuk meminta maaf secara langsung kepadanya, bukan melalui komunikasi digital yang dianggapnya tidak menunjukkan kesungguhan.

Permintaan Maaf Lewat Chat Dinilai Tidak Memiliki Iktikad Baik

Dalam pernyataannya, Wardatina Mawa mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara Inara Rusli berupaya berkomunikasi. "Permintaan maaf lewat mana? Yang di chat? Masa di chat-an," ujarnya dengan nada tegas saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/2/2026). Ia menegaskan bahwa permintaan maaf melalui pesan chat tidak mencerminkan iktikad baik dari Inara Rusli untuk menyelesaikan konflik di antara mereka.

Latar belakang dari tuntutan ini adalah upaya Inara Rusli yang kabarnya telah berusaha menjalin komunikasi dengan Wardatina Mawa. Tujuannya adalah agar Mawa bersedia mencabut laporan dugaan perzinaan yang telah diajukan ke Polda Metro Jaya. Namun, Wardatina Mawa tetap pada pendiriannya bahwa rekonsiliasi harus dimulai dengan permintaan maaf yang dilakukan secara tatap muka dan langsung.

Konflik yang Berawal dari Laporan Dugaan Perzinaan

Kasus ini berakar dari laporan yang diajukan Wardatina Mawa ke pihak kepolisian mengenai dugaan perzinaan. Inara Rusli, yang terlibat dalam kasus tersebut, berusaha mencari jalan keluar dengan meminta maaf. Namun, metode yang dipilihnya—yaitu melalui pesan chat—justru menuai penolakan keras dari Wardatina Mawa.

Wardatina Mawa menilai bahwa permintaan maaf secara langsung akan lebih menunjukkan keseriusan dan penyesalan yang mendalam. "Saya butuh ketulusan, bukan sekadar kata-kata di layar ponsel," tambahnya, menekankan pentingnya interaksi personal dalam menyelesaikan perselisihan ini. Ia juga menyoroti bahwa media sosial seringkali digunakan sebagai alat untuk menghindari tanggung jawab langsung.

Dampak dan Implikasi dari Penolakan Ini

Penolakan Wardatina Mawa terhadap permintaan maaf lewat chat ini berpotensi memperpanjang konflik di antara kedua pihak. Beberapa implikasi yang mungkin terjadi antara lain:

  • Proses hukum terkait laporan dugaan perzinaan di Polda Metro Jaya bisa terus berlanjut tanpa penyelesaian damai.
  • Ketegangan di media sosial antara pendukung kedua belah pihak mungkin meningkat, mengingat keduanya adalah figur publik.
  • Inara Rusli perlu mempertimbangkan langkah lebih lanjut, seperti meminta maaf secara langsung atau melalui perantara yang sah, untuk meredakan situasi.

Insiden ini juga menyoroti bagaimana konflik pribadi antara selebritas dapat menjadi perhatian publik, terutama ketika melibatkan isu hukum seperti perzinaan. Wardatina Mawa, dengan sikapnya yang tegas, ingin menetapkan standar bahwa permintaan maaf harus dilakukan dengan cara yang bermartabat dan langsung, bukan sekadar formalitas digital.

Sebagai informasi tambahan, Wardatina Mawa sebelumnya juga telah menanggapi permohonan maaf dari Insanul Fahmi, di mana ia menyatakan ketegasan untuk bercerai. Hal ini menunjukkan konsistensinya dalam menangani konflik hubungan dengan pendekatan yang jelas dan tidak kompromi.