Kompas.com - Mantan manajer artis papan atas Hollywood, Scooter Braun, akhirnya buka suara soal berbagai kontroversi yang pernah mengiringi kariernya, termasuk konflik dengan Taylor Swift. Dalam wawancara panjang di podcast "Second Thought" bersama Suzy Weiss, Braun mengaku hidupnya berubah drastis setelah membeli label Big Machine yang memiliki hak master enam album awal Taylor Swift.
Pengakuan Mengejutkan Scooter Braun
"Saya berubah dari seseorang yang dicintai dan dihargai selama lebih dari satu dekade menjadi villain hanya dalam semalam," kata Braun dikutip pada Jumat (29/5/2026). Pernyataan ini menjadi sorotan karena selama ini Braun dikenal sebagai tokoh kontroversial di industri musik.
Konflik dengan Taylor Swift
Meski konflik mereka menjadi salah satu drama terbesar di industri musik beberapa tahun terakhir, Braun menegaskan bahwa dirinya sebenarnya tidak pernah dekat dengan Taylor Swift. "Kami tidak pernah memiliki hubungan dekat. Semua ini terjadi karena bisnis," ujarnya.
Braun juga mengungkapkan bahwa keputusan membeli Big Machine Records bukanlah untuk menyakiti Swift, melainkan murni keputusan bisnis. Namun, ia mengakui bahwa dampaknya sangat besar bagi karier dan kehidupan pribadinya.
Dampak pada Karier Scooter Braun
Setelah kontroversi tersebut, Braun mengaku mendapat banyak tekanan dari publik dan industri. Ia bahkan sempat berpikir untuk meninggalkan dunia musik. "Saya harus belajar menghadapi kebencian dan tetap fokus pada apa yang saya yakini," tambahnya.
Podcast ini menjadi momen langka di mana Braun secara terbuka membahas sisi gelap kariernya. Ia berharap dengan berbicara, publik bisa memahami sudut pandangnya.



