Figur publik yang dikenal sebagai Pesulap Merah, Marcel Radhival, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait keputusannya untuk menjalani kehidupan berpoligami, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, pesulap kondang ini menyampaikan penjelasan terbuka mengenai langkah kontroversial tersebut.
Pernyataan Tegas di Media Sosial
Dalam postingan yang diunggah pada Senin (9 Februari 2026), Pesulap Merah dengan tegas menyatakan bahwa praktik poligami bukanlah sesuatu yang ia rekomendasikan atau anjurkan untuk diikuti oleh orang lain. Ia menekankan bahwa keputusan pribadinya ini tidak boleh dijadikan sebagai contoh atau teladan bagi publik.
Mengungkapkan Keengganan Awal
Lebih lanjut, Marcel Radhival mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sebenarnya sejak awal dirinya tidak memiliki keinginan atau niat untuk menjalani poligami. Dalam kutipan langsung dari unggahannya, ia menulis, "Kalau bisa untuk tidak poligami, aslinya saya juga enggak mau poligami." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa keputusan tersebut mungkin diambil karena pertimbangan atau keadaan tertentu, bukan berdasarkan keinginan pribadi yang mendalam.
Ungkapan jujur dari Pesulap Merah ini memberikan perspektif baru dalam memahami dinamika di balik pilihan hidupnya yang menjadi sorotan. Ia tampaknya ingin meluruskan persepsi publik yang mungkin menganggap poligami sebagai sesuatu yang ia promosikan atau jalani dengan sukarela penuh.
Konteks Sorotan Publik
Keputusan Pesulap Merah untuk berpoligami telah memicu berbagai reaksi dan diskusi di ruang publik, mengingat posisinya sebagai figur yang cukup dikenal di dunia hiburan dan sulap Indonesia. Banyak netizen yang menyoroti langkah ini, baik dengan dukungan maupun kritik, sehingga mendorongnya untuk memberikan penjelasan langsung kepada pengikut dan masyarakat luas.
Dengan pernyataan terbuka ini, Marcel Radhival berusaha untuk meredam polemik sekaligus memberikan klarifikasi bahwa poligami bukan bagian dari ajaran atau anjuran yang ia sebarkan. Ia menegaskan posisinya sebagai individu yang membuat keputusan pribadi dalam konteks tertentu, tanpa bermaksud mempengaruhi orang lain untuk mengikuti jejaknya.



