Ketegangan Keluarga Kerajaan Inggris Warnai Penampilan William dan Kate di BAFTA 2026
Penampilan publik Pangeran William dan Catherine Princess of Wales di ajang BAFTA Film Awards 2026 seharusnya menjadi momen gemilang untuk merayakan pencapaian dunia perfilman internasional. Namun, di balik kemewahan karpet merah dan sorotan kamera, suasana hati keluarga kerajaan Inggris dilaporkan tengah diliputi oleh ketegangan yang mendalam dan cukup mengkhawatirkan.
Momen Publik Pertama Setelah Penangkapan Pangeran Andrew
Acara penghargaan bergengsi tersebut menandai penampilan publik besar pertama pasangan Wales sejak peristiwa penangkapan pamannya, Pangeran Andrew, pada tanggal 19 Februari 2026. Andrew dilaporkan ditahan selama kurang lebih sebelas jam penuh untuk menjalani proses interogasi intensif oleh pihak berwenang.
Penahanan ini terkait erat dengan dugaan pelanggaran serius dalam jabatan publik, yang diduga berhubungan dengan relasi dan interaksinya yang kontroversial dengan mendiang Jeffrey Epstein, seorang finansial Amerika Serikat yang telah meninggal dunia dalam kondisi yang masih menyisakan banyak pertanyaan.
Dampak pada Keluarga Kerajaan dan Penampilan di BAFTA
Ketegangan ini jelas memberikan bayangan gelap atas kehadiran William dan Kate di karpet merah BAFTA. Meskipun mereka tetap tampil elegan dan profesional, sumber-sumber terdekat mengungkapkan bahwa beban emosional yang mereka tanggung sangatlah berat. Pasangan ini dianggap sedang "memasang badan" untuk mendukung Raja Charles III, yang tentu saja juga terdampak langsung oleh skandal yang melibatkan adiknya tersebut.
Insiden penangkapan Pangeran Andrew bukan hanya menjadi pukulan telak bagi reputasi keluarga kerajaan, tetapi juga menciptakan dinamika internal yang kompleks. William dan Kate, sebagai anggota senior yang mewakili generasi muda monarki, kini berada di garis depan untuk menavigasi krisis ini sambil tetap menjalankan tugas-tugas publik mereka.
Penampilan di BAFTA 2026, dengan demikian, lebih dari sekadar acara seremonial. Momen ini menjadi ujian nyata bagi ketangguhan dan solidaritas keluarga kerajaan Inggris di tengah badai skandal yang terus mengancam stabilitas dan citra institusi monarki yang telah berusia ratusan tahun tersebut.