Ibu Mertua Pesulap Merah Bongkar Chat yang Buat Tika Terpuruk Sebelum Operasi
Endang, ibu mertua dari Pesulap Merah, akhirnya membuka suara mengenai kondisi mendiang putrinya, Tika Mega Lestari, menjelang operasi ketiga yang berujung pada kematiannya. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Endang mengungkapkan bahwa chat dari Pesulap Merah menjadi faktor yang memperburuk keadaan Tika.
Chat yang Membuat Kondisi Tika Semakin Drop
Menurut Endang, chat tersebut dikirim oleh Pesulap Merah beberapa hari sebelum operasi ketiga Tika, yang dijadwalkan pada tanggal 20 Januari. "Operasi ketiga tanggal 20 (Januari), tanggal 17-nya, udah dibikin drop sama suaminya, ada chatnya," kata Endang dalam program Intens Investigasi. Chat ini disebut-sebut membuat kondisi Tika semakin terpuruk secara emosional dan fisik.
Endang, yang menemani Tika selama 24 jam penuh saat dirawat, menyatakan bahwa isi chat tersebut sangat menyakitkan hati. Namun, ia enggan mengungkapkan rincian lebih lanjut karena masih merasa terluka oleh pesan-pesan tersebut. "Saya tak mau mengungkap rincian isi chat Pesulap Merah yang membuat saya ikut sakit hati," tambahnya dengan nada sedih.
Dampak Chat pada Kesehatan Tika
Chat dari Pesulap Merah ini diduga memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental Tika, yang pada akhirnya memengaruhi kondisi fisiknya menjelang operasi. Endang menekankan bahwa dukungan emosional sangat penting dalam proses penyembuhan, namun chat tersebut justru memberikan tekanan tambahan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga, terutama saat anggota keluarga sedang menghadapi masalah kesehatan serius. Endang berharap kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang untuk lebih berhati-hati dalam berkata-kata.
Konteks Operasi dan Meninggalnya Tika
Tika Mega Lestari meninggal dunia setelah menjalani operasi ketiga, yang merupakan bagian dari perawatan medis yang ia jalani. Chat dari Pesulap Merah ini menjadi sorotan karena dikirim tepat sebelum operasi, saat Tika seharusnya mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.
Endang, sebagai ibu yang selalu mendampingi putrinya, merasa kecewa dengan tindakan menantunya tersebut. Ia berharap agar tidak ada lagi keluarga lain yang mengalami hal serupa, di mana komunikasi buruk dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang.