Fariz RM Bebas Penjara dan Kapok Pakai Ponsel, Pilih Hidup Lebih Tentram
Fariz RM Bebas Penjara, Kapok Pakai Ponsel

Fariz RM Resmi Bebas dari Penjara dan Putuskan Hentikan Penggunaan Ponsel

Musisi legendaris Indonesia, Fariz RM, telah resmi menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukuman penjara. Ia dibebaskan pada tanggal 15 Februari 2026, menandai babak baru dalam hidupnya yang penuh dengan perubahan signifikan.

Keputusan Tegas untuk Tidak Lagi Menggunakan Ponsel

Saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 28 Februari 2026, Fariz RM dengan tegas menyatakan bahwa dirinya kapok menggunakan ponsel. "Saya tidak lagi pakai ponsel. Teman-teman kalau ada apa-apa tinggal kontak ke kantor. Kapok pakai ponsel," ujar pria berusia 67 tahun tersebut dengan penuh keyakinan.

Keputusan ini diambil setelah ia merasakan dampak negatif dari penggunaan ponsel dalam kehidupannya. Fariz RM mengungkapkan bahwa tanpa ponsel, hidupnya justru menjadi lebih tentram dan damai. Ia tidak ingin lagi terganggu oleh berbagai notifikasi, panggilan, atau pesan yang kerap mengusik ketenangan pribadinya.

Hidup Baru yang Lebih Tenang dan Fokus pada Karya

Pelantun lagu hits "Sakura" ini merasa bahwa kebebasan dari penjara memberikannya kesempatan untuk memulai hidup baru dengan prioritas yang berbeda. Dengan menyingkirkan ponsel, ia berharap dapat lebih fokus pada kegiatan kreatifnya, termasuk persiapan untuk kembali manggung dan menghasilkan karya musik baru.

Fariz RM juga menegaskan bahwa komunikasi dengan rekan-rekan atau pihak terkait dapat dilakukan melalui kantornya, sehingga ia tetap terhubung tanpa harus terpapar gangguan langsung dari perangkat digital. Langkah ini mencerminkan keinginannya untuk menjaga privasi dan keseimbangan hidup di era teknologi yang serba cepat.

Dengan keputusan ini, Fariz RM tidak hanya merayakan kebebasannya dari penjara, tetapi juga menginisiasi transformasi gaya hidup yang lebih sederhana dan bermakna. Ia berkomitmen untuk menikmati setiap momen dengan penuh kesadaran, jauh dari hiruk-pikuk dunia digital yang seringkali memicu stres dan kecemasan.