Bantahan Kuasa Hukum Syahravi
Kuasa hukum penyanyi Syahravi, Elza Syarief, dengan tegas membantah tudingan bahwa kliennya mengabaikan somasi yang dilayangkan oleh musisi legendaris Fariz RM. Dalam pernyataannya di kantornya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (29/6/2026), Elza mengungkapkan bahwa pihaknya justru sudah berinisiatif untuk mengadakan pertemuan guna membahas permasalahan tersebut.
“Saya sempat mengundang lawyer-nya. Ayo kita ketemu, apa sih masalahnya? Tapi mereka tidak datang,” ujar Elza Syarief. Ia menambahkan bahwa undangan tersebut tidak pernah mendapat respons positif dari kuasa hukum Fariz RM, sehingga pertemuan yang direncanakan batal terlaksana.
Keterlibatan Produser Musik SN
Elza juga mengungkapkan bahwa ia turut mengundang produser musik berinisial SN, yang disebut-sebut sebagai pihak yang menggandeng Syahravi dalam proyek membawakan lagu-lagu milik Fariz RM. Namun, produser tersebut juga tidak hadir dalam pertemuan yang diusulkan. Elza menegaskan bahwa kliennya tidak berniat untuk menghindari tanggung jawab, melainkan ingin menyelesaikan persoalan secara baik-baik melalui dialog.
“Kami tidak pernah mengabaikan somasi. Justru kami yang aktif mencari solusi. Tapi sayangnya, undangan kami tidak direspons,” tegas Elza.
Kronologi Somasi
Sebelumnya, Fariz RM melalui kuasa hukumnya melayangkan somasi kepada Syahravi terkait dugaan penggunaan lagu tanpa izin. Fariz menuding Syahravi telah membawakan lagu-lagu ciptaannya dalam sejumlah pertunjukan tanpa mendapatkan lisensi resmi. Somasi tersebut menjadi sorotan publik, mengingat Fariz RM adalah salah satu musisi senior yang disegani di industri musik Indonesia.
Namun, menurut Elza, kliennya telah beritikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. “Kami ingin duduk bersama, bicarakan apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing. Tapi sayang, pihak Fariz tidak merespons undangan kami,” ungkapnya.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Bantahan ini sekaligus memperjelas posisi Syahravi yang tidak ingin konflik berkepanjangan. Elza menyatakan bahwa pihaknya masih membuka pintu untuk mediasi jika Fariz RM bersedia. “Kami tidak menutup kemungkinan untuk bertemu. Tapi harus ada itikad baik dari kedua belah pihak,” kata Elza.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap hak cipta di industri musik. Para musisi diimbau untuk selalu memastikan izin penggunaan karya sebelum membawakan lagu milik orang lain. Syahravi sendiri berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai tanpa harus melalui jalur hukum.



