Shinya, Drummer Legendaris LUNA SEA, Meninggal Dunia Setelah Perjuangan Panjang Melawan Kanker
Dunia musik Jepang berduka. Shinya, drummer grup band legendaris LUNA SEA, telah meninggal dunia pada 17 Februari 2026 pukul 18.16 waktu setempat. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 56 tahun setelah perjuangan panjang melawan penyakit kanker.
Pengumuman Resmi dari Grup Band
Kabar duka ini baru diumumkan secara resmi kepada publik pada 22 Februari 2026 melalui website resmi dan media sosial LUNA SEA. Dalam pernyataan yang penuh emosi, mereka menulis: "Dengan hati yang berat dan duka cita yang mendalam, kami mengumumkan kepergian Shinya, detak jantung dan penabuh drum abadi LUNA SEA." Ungkapan ini menggambarkan betapa pentingnya peran Shinya dalam grup band tersebut selama beberapa dekade.
Perjuangan Enam Tahun Melawan Kanker Kolorektal Stadium 4
Shinya diketahui telah berjuang melawan kanker kolorektal stadium 4 selama enam tahun terakhir. Kanker kolorektal, yang menyerang usus besar dan rektum, merupakan salah satu jenis kanker yang umum namun seringkali sulit ditangani pada stadium lanjut. Perjuangan Shinya melawan penyakit ini menunjukkan ketangguhan dan semangatnya yang luar biasa di tengah kondisi kesehatan yang menantang.
Meskipun telah menjalani berbagai pengobatan dan terapi, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya ia meninggal dunia. Kematian Shinya meninggalkan duka yang mendalam bagi para penggemar setia LUNA SEA di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, di mana grup band ini memiliki basis penggemar yang kuat sejak era 1990-an.
Warisan dan Pengaruh Shinya dalam Industri Musik
Sebagai drummer LUNA SEA, Shinya telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk suara dan identitas grup band tersebut. Dengan teknik drumming yang khas dan penuh energi, ia membantu membawa LUNA SEA menjadi salah satu band visual kei dan rock Jepang paling berpengaruh sepanjang masa. Karyanya terus menginspirasi generasi musisi muda hingga saat ini.
Kepergian Shinya bukan hanya kehilangan bagi dunia musik, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran akan kesehatan, terutama dalam mendeteksi dini penyakit seperti kanker kolorektal. Semoga perjuangannya menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang.