Lagu BTS 'Swim' Digugat Hak Cipta Tiga Penulis Lagu AS
Lagu BTS 'Swim' Digugat Hak Cipta Tiga Penulis AS

Tiga penulis lagu asal Amerika Serikat, Steve Cooper, Jon Sandler, dan Greylyn Johnson, mengajukan gugatan hak cipta terhadap grup K-pop BTS di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California pada Rabu (8/7/2026). Gugatan ini menyasar singel BTS yang berjudul "Swim", yang dituduh memiliki kemiripan substansial dengan demo lagu berjudul sama yang mereka tulis sebelumnya.

Latar Belakang Gugatan

Menurut laporan Billboard pada Kamis (9/7/2026), ketiga penulis lagu tersebut mengklaim bahwa "Swim" yang dibawakan BTS menggunakan melodi, lirik, dan struktur yang sangat mirip dengan karya mereka. Mereka menuntut kompensasi atas pelanggaran hak cipta dan meminta pengadilan untuk melarang distribusi lagu tersebut lebih lanjut. Lagu "Swim" merupakan lagu utama dari album studio kelima BTS, Arirang, yang sukses besar secara komersial.

Prestasi Lagu 'Swim'

"Swim" berhasil debut di peringkat No. 1 di Billboard Hot 100, menandai pencapaian luar biasa bagi BTS. Album Arirang sendiri mendapat sambutan hangat dari penggemar global dan kritikus musik. Namun, gugatan ini menimbulkan bayang-bayang atas kesuksesan tersebut. Ketiga penggugat menyatakan bahwa mereka telah mendaftarkan hak cipta atas demo lagu mereka sebelum perilisan "Swim" versi BTS.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan BTS dan agensi mereka, HYBE, belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan tersebut. Para penggemar BTS, yang dikenal sebagai ARMY, ramai-ramai memberikan dukungan di media sosial, namun proses hukum akan berjalan sesuai prosedur. Gugatan ini menambah daftar sengketa hak cipta yang melibatkan musisi internasional, terutama terkait kemiripan lagu lintas negara.

Dampak Potensial

Jika gugatan ini dikabulkan, BTS dan HYBE bisa diwajibkan membayar ganti rugi serta royalti kepada ketiga penulis lagu tersebut. Selain itu, distribusi "Swim" di platform digital dan media fisik bisa dihentikan sementara. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi industri musik global tentang pentingnya orisinalitas dan dokumentasi hak cipta. Pengadilan diperkirakan akan memeriksa bukti-bukti musikologis untuk menentukan tingkat kemiripan antara kedua lagu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga